Jumat, 24 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Sepakbola Indonesia

Liga 1 2017

Ternyata Ini Penyebab Kemerosotan Semen Padang

| editor : 

Semen Padang, Liga 1,

Bek Novan Setya Sasongko dan caretaker Semen Padang Delvi Adri. (Pepen Effendy for JawaPos.com)

JawaPos.com - Hukuman enam pertandingan yang menimpa Marcel Sacramento rupanya menjadi biang kemerosotan Semen Padang di kompetisi Liga 1 2017. Sejak Marcel tidak main, Semen Padang mulai kehilangan taji hingga kini terancam terdegradasi ke Liga 2 musim depan.

Marcel mendapat hukuman larangan bermain pada enam pertandingan plus denda Rp 20 juta. Hukuman ini dijatuhkan akibat aksi protes kerasnya kepada wasit Prasetyo Hadi asal Surabaya pada pertandingan kontra Bhayangkara FC, 20 Mei lalu.

"(Kondisinya) memang berat. Semua berawal dari hukuman akumulasi Marcel. Dia dihukum enam kali pertandingan. Sejak itu kami sudah menunjukkan grafik menurun. Karena daya gedor berkurang. Itulah yang selama ini kami rasakan," kata caretaker Semen Padang Delvi Adri.

Selain masalah hukuman yang diterima penyerang utamanya, Semen Padang juga dihantam badai cedera. Sejumlah pilar utama macam Ko Jae-Sung kerap absen akibat cedera. "Itu yang membuat kami jarang tampil full team," imbuhnya.

Berbagai masalah yang melanda membuat perjalanan Semen Padang terseok-seok. Kemenangan terakhir mereka peroleh ketika mengalahkan Gresik United dengan skor 4-1 ,5 Agustus lalu. Setelah itu Kabau Sirah-julukan Semen Padang belum pernah menang dalam sepuluh pertandingan.

Keterpurukan tersebut berdampak pada posisi mereka di klasemen sementara Liga 1 2017. Semen Padang tercecer di peringkat ke-15. Mereka hanya memperoleh 29 poin dari 28 pertandingan. Semen Padang hanya terpaut empat poin dari zona degradasi.

"Sekarang posisi kami sudah bahaya. Jadi kami harus mengambil banyak poin untuk menyelamatkan kami dari bahaya (degradasi)," harap bek Semen Padang Novan Setya Sasongko.

(saf/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP