
Ribuan tabler Pil PCC disita kepolisian Sulsel. Dikirim dari Kendari lewat Sulsel menuju Manado.
JawaPos.com - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bekerja sama dengan kepolisian tengah menyelidiki kasus beredarnya obat dengan jenis PCC di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sulteng). Hasil uji laboratorium terhadap tablet ini menunjukkan positif mengandung Karisoprodol.
Kandungan Karisoprodol merupakan obat keras yang berbahaya bagi tubuh. Hal itu terungkap dalam laman website resmi BPOM, Kamis (14/9).
untuk menghindari penyalahgunaan obat maupun peredaran obat ilegal, masyarakat diminta untuk berperan aktif. Sebab, maraknya peredaran obat-obatan ilegal melalui pasar gelap berbahaya bagi generasi penerus bangsa.
Pihak BPOM menegaskan karena itu diperlukan peran aktif seluruh komponen bangsa baik instansi pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat.
Karena itu BPOM bersama kepolisian dan BNN serta instansi terkait lainnya telah sepakat untuk berkomitmen membentuk suatu tim Aksi Nasional Pemberantasan Penyalahgunaan Obat.
Tim ini akan bekerja tidak hanya pada aspek penindakan, namun juga pada aspek pencegahan penyalahgunaan obat. Pencanangan aksi tersebut direncanakan pada tanggal 4 Oktober 2017.
BPOM mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas dengan selalu ingat "Cek KLIK". Pastikan Kemasan dalam kondisi baik, baca informasi produk pada Labelnya, pastikan memiliki Izin edar Badan POM, dan pastikan tidak melebihi masa Kedaluwarsa.
Badan POM tetap memantau dan menindaklanjuti beredarnya PCC di tengah masyarakat. Pasalnya kandungan obat tersebut sudah dilarang sejak tahun 2013.
Jika masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi contact center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533 atau sms 0-8121-9999-533 atau email halobpom@pom.go.id atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) di seluruh Indonesia.
Sebelumnya, sebagiamana dilansir dari fajar.coi.id (JawaPos Group) Satuan Narkoba Polres Maros mengamankan tiga bungkus daftar G jenis Puger Clinic Center (PCC) di bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Kecamatan Mandai, Rabu (5/4).
Kaur Bin Ops Sat Narkoba, Ipda Arsyad mengatakan, saset pertama berisi 1.009 butir, saset dua berisi 976 butir dan saset ketiga berisi 983 butir. Total 2.968 butir.
Arsyad menjelaskan, untuk memperoleh PCC harus dengan resep dokter. Jika disalahgunakan, pengguna akan merasakan senang yang berlebihan. “Harus ada resep dokter. Jika ada yang salahgunakan, bisa berbahaya," katanya.
Seorang warga Kendari mengirmkan barang itu melalui paket JNE tujuan ke Manado, Sulawesi Utara. Namun saat transit di Makassar, barang itu ditimbang kembali.
"Saat dimasukkan ke dalam X-Ray untuk dilakukan pemeriksaan, security yang bertugas mencurigai paket tersebut saat melintas di X-ray," ujarnya
Daftar G tersebut kemudian diserahkan ke Polsek Bandara oleh pihak kargo. Selanjutnya barang tersebut dibawa menuju ke Polsek Kawasan Bandara sambil menunggu pihak Sat Narkoba. "Saat ini barang bukti tersebut sudah kami amankankan untuk proses lebih lanjut," katanya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
