Direktur Utama PT Bhakti Tamara Lodewyk Wattimena saat membuka Bara Night Market
JawaPos.com – Pengembang terus berupaya untuk bisa meningkatkan kinerja tahun ini. Salah satunya, dengan menggelar event bazar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar tentang proyek mereka. Mereka pun berharap bahwa hal tersebut juga bisa meningkatkan penjualan konsep baru mereka.
Direktur Utama PT Bhakti Tamara Lodewyk Wattimena mengatakan, perkembangan industri properti pada awal tahun memang dimulai cukup baik. Dia melihat penjualan pada periode Januari-Februari mengalami pertumbuhan. Salah satu pemicunya diakui insentif PPNDTP.
''Namun, penjualan Maret memang ada penurunan. Konsumen biasanya lebih berpikir untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan di bulan ini,'' jelasnya saat membuka Bara Night Market di Surabaya Kamis (28/3).
Namun dia optimis bahwa gairah belanja properti masyarakat bakal kembali setelah lebaran. Dia pun mencoba untuk bisa menguatkan kesadaran brand di masyarakat sekitar dengan menggelar bazar. Dia mengaku sudah mengundang 30 tenant untuk berjualan makanan dan jajanan.
Dia juga mengaku mengundang masyarakat untuk bisa tebus sembako murah. ’’Jadi kami meningkatkan brand awareness sekaligus mengadakan bakti sosial. Karena kita juga melihat isu beras yang makin mahal di tanah air,’’ jelasnya.
Pasca lebaran, dia berencana untuk meluncurkan produk baru. Dia ingin melawan tren hunian compact yang saat ini diadopsi oleh berbagai developer. ''Proyek baru kami fokus pada ruang terbuka. Saya ingin ada perumahan ala resort yang tidak terlihat rumah terlalu mepet,'' tegasnya.
Karena itu, dia mengatakan bahwa unit yang diluncurkan pun tak sampai 100 unit. Masing-masing rumah juga bakal dilengkapi dengan lahan terbuka yang cukup luas. Nantinya ruang terbuka itu juga dirancang untuk menjadi jalur jogging penghuni di sana.
Untuk mewujudkan konsep tersebut dia mengaku memang harus berkorban. 54 persen dari kluster tersebut diakui bakal digunakan sebagai Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU). Padahal, biasanya PSU di perumahan berada di angka 40 persen agar pengembang bisa dapat cuan secara maksimal.
''Pendekatan kami memang sedikit beda. Karena dari pengamatan saya banyak juga masyarakat Surabaya yang sudah bosan lihat rumah terlalu padat. Karena itu, saya coba konsep ini,'' jelasnya.
Memang, nantinya produk tersebut bakal masuk ke produk premium. Namun, dia yakin bahwa daya beli masyarakat Surabaya dan sekitarnya masih tinggi sehingga sanggup membeli produk mereka.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
