Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Februari 2025 | 21.29 WIB

Hashim Djojohadikusumo Blak-blakan BI Bakal Siapkan Insentif Rp 130 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah

Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo. (Nurul F/JawaPos.com) - Image

Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo. (Nurul F/JawaPos.com)

JawaPos.com - Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo blak-blakan bahwa Bank Indonesia (BI) bakal menyiapkan insentif sebesar Rp 130 triliun untuk program 3 juta rumah.

Hashim mengklaim insentif yang akan disalurkan BI itu berasal dari dalam negeri. Bahkan, telah disampaikan secara langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo, pada pekan lalu.

"Saya dengar Bank Indonesia bersedia untuk menjajakkan Rp 130 triliun untuk mendukung sektor perumahan. Itu minggu lalu keputusan Pak Perry Warjiyo (Gubernur BI). Dan ini dananya semua ini dari dalam negeri," kata Hashim dalam Economic Outlook 2025 di The West In Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (26/2).

Kendati demikian, Hashim tidak merincikan dana sebesar Rp 130 triliun akan disalurkan BI untuk insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) atau untuk pembelian Surat Berharga Negara (SBN) perumahan.

Lebih lanjut, Hashim membeberkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki dana yang cukup untuk mewujudkan program 3 juta rumah setiap tahunnya. Hanya saja, kata dia, dana tersebut terpencar di berbagai instansi, salah satunya BI.

"Ternyata di Indonesia ini dana ada, tapi dana ini terpencar-pencar ada di BPJS, di SBN, di BI. Ternyata besar sekali dana likuiditas kita yang tidak dipakai untuk the real economy," bebernya.

Tak hanya dari dalam negeri, bahkan ia menyebut dalam waktu dekat investor-investor asing dari berbagai negara pun akan menanamkan modal dalam program 3 juta rumah.

"Investor banyak. India bersedia, Singapura bersedia, Turki saya sudah baru dapat proposal dari Turki. Banyak yang bersedia untuk memberikan modal untuk membiayai. So the demand is there, the supply is there," tutup adik kandung Prabowo Subianto itu. 

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menyatakan kesiapannya untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk mendanai program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan pendanaan tersebut berlaku untuk program 3 juta rumah, ketahanan pangan, hilirisasi hingga program lainnya. Hal ini menjadi komitmen BI di luar dari dari SBN yang jatuh tempo dari masa Covid-19.

"Dukungan juga pendanaan dari BI melalui pembelian SBN dari pasar sekunder kami sudah bicara dengan menteri keuangan yang dananya dapat digunakan tidak hanya untuk debt switching SBN yang jatuh tempo dari Covid-19, tapi juga untuk pendanaan program-program perumahan, program-program lain dalam asta cita," kata Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (20/2).

"Berkaitan dengan hilirisasi, maupun juga untuk ketahanan pangan maupun juga untuk ketahanan pangan maupun untuk program-program yang lain," sambungnya.

Sebelum mengumumkan bakal membeli SBN, BI juga memutuskan untuk meningkatkan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) di sektor perumahan secara bertahap menjadi Rp 80 triliun di sepanjang tahun 2025, dari sebelumnya sebesar Rp 23,2 triliun.

"Memberikan insentif likuditas makroprudensial kepada bank-bank yang menyalurkan kredit kepada sektor perumahan. Kami menyediakan sekarang adalah Rp 23,2 triliun. Dari hasil diskusi tadi, kami akan naikkan secara bertahap menjadi Rp 80 triliun untuk mendukung program perumahan ini," kata Perry dalam konferensi pers di kantornya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore