
Nanik S. Deyang resmi menjadi kepala BGN setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin sore (8/6). Dia berjanji bakal efisien menggunakan anggaran MBG. (BPMI Setpres)
JawaPos.com - Usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Senin sore (8/6), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang berjanji tidak akan menghambur-hamburkan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Efisiensi menjadi kata kunci yang dia tekankan dalam menjalankan tugas.
Kini Nanik sudah resmi menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya bertugas sebagai kepala BGN dan diciduk Kejaksaan Agung (Kejagung) atas dugaan korupsi. Dia naik jabatan dari wakil kepala BGN. Sementara 2 wakil Dadan, Lodewyk Pusung serta Sony Sonjaya, yang juga terjerat kasus dugaan korupsi digantikan oleh Agustina Arumsari dan Trenggono.
”Tentu ini satu amanah yang harus kami jalankan dengan baik, benar, tulus, ikhlas, jujur. Karena, ini adalah program yang sangat bagus sekali. Kita bertanggung jawab untuk bisa mencerdaskan anak-anak bangsa, sekaligus bisa untuk menggerakkan ekonomi,” kata dia.
Menurut Nanik, di bawah kendali dirinya, BGN akan sangat berhati-hati dan efisien dalam penggunaan anggaran. Dia bersyukur karena Agustina Arumsari dan Trenggono mendampinginya sebagai wakil kepala BGN yang baru. Khusus Arum, Nanik menyatakan bahwa perempuan itu bakal memelototi dirinya dalam penggunaan anggaran MBG.
Baca Juga:Beri Bantuan Korban Kebakaran Kemayoran, Korlantas Polri Bakal Permudah Pengurusan SIM hingga BPKB
”Di sini, saya ditemani Ibu Arumsari, yang sehari-hari akan memelototi saya dalam hal keuangan. Dengan teliti, dengan benar. Saya tidak akan mengambil keputusan apapun berkait pengeluaran duit bila Ibu Sari tidak oke,” ujarnya.
Sementara itu, Trenggono yang sebelumnya berdinas sebagai perwira tinggi (pati) TNI AD dengan pangkat mayjen TNI kini sudah mengajukan pensiun dini. Trenggono, kata Nanik, akan membantu dirinya menggarap dapur-dapur MBG di daerah 3T dan kawasan-kawasan lain yang memang benar-benar membutuhkan program MBG.
”Langkah kami adalah, pertama-tama, seperti yang beberapa waktu lalu saya sampaikan, kami konsen pada efisiensi anggaran. Agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini, tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan gizi. Efisiensi ini kami lakukan,” kata dia.
Nanik pun menegaskan kembali, moratorium pembangunan dapur MBG di seluruh Indonesia. BGN akan mengkaji kembali kebutuhan ideal jumlah dapur untuk melayani penerima manfaat. Dia memastikan, langkah tersebut berjalan sebagai bentuk penataan ulang untuk memetakan kebutuhan program MBG di setiap daerah di Indonesia.
”Kami tata apakah dapur ini melayani, ini sudah bisa melayani sebetulnya dengan penerima manfaat yang ada atau sebetulnya berlebihan,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022