Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Mei 2026 | 00.03 WIB

Rupiah Anjlok, DPR Khawatir Harga Pangan Melonjak

Ilustrasi rupiah melenah terhadap dollar Amerika Serikat. (Dok. JawaPos.com) - Image

Ilustrasi rupiah melenah terhadap dollar Amerika Serikat. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) merosot tajam, hingga pada angka Rp 17.614. Salah satu pemerosotan nilai tukar rupiah disebut akibat naiknya harga minyak dunia yang dipengaruhi ketidakpastian global.

Wakil Ketua Komisi XI DPR, Fauzi H. Amro, menyatakan anjloknya nilai tukar rupiah dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya perang di kawasan Timur Tengah. Ia menyebut, dampak tersebut sangat terasa bagi dunia internasional.

"Kita melihat bahwa nilai tukar Rupiah ini kan banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satu faktor yang mempengaruhinya itu adalah naiknya harga minyak dunia, yang kejadiannya tidak hanya di kawasan Asia Tenggara, tapi juga di dunia dengan perang yang belum tahu kapan berakhir ini. Harga minyak kita kemarin itu mencapai 105 US Dollar per barel," kata Fauzi H. Amro ditemui JawaPos.com di Jakarta, Jumat (15/5).

Legislator Fraksi Partai NasDem itu tak memungkiri, anjloknya nilai tukar rupiah akan berpengaruh pada prekonomian rakyat.

"Dampak ekonominya yang paling terasa menurut saya pribadi," ujarnya.

Namun, ia menegaskan saat ini pemerintah masih berupaya untuk menekan harga BBM bersubsidi. Hal itu sebagai upaya untuk menjaga harga pangan, khususnya sembako agar tetap aman.

"Karena selama harga minyak (subsidi) tidak naik, maka harga sembako juga tidak akan naik," tuturnya.

Karena itu, ia menyarankan agar Bank Indonesia (BI) mampu menstabilkan harga dollar. Serta, menjaga ritme pendapatan negara, baik dari sektor pajak, bea cukai, maupun Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Saya yakin dengan kemampuan Pak Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI, beserta jajarannya seperti Bu Aida dan Bu Filianingsih yang sudah sangat berpengalaman menghadapi guncangan ekonomi sejak zaman Covid hingga krisis moneter dulu," pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore