
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat atau USD di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah melemah dan sempat menyentuh level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi itu diklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum seburuk krisis moneter 1998.
Mantan ketua dewan komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu meminta masyarakat tidak panik, karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih kuat.
Ia juga menjamin bahwa pelemahan nilai tukar mata uang Garuda bisa segera diperbaiki.
“(Masyarakat) nggak perlu panik karena fondasi ekonomi bagus. Kita tahu betul kelemahan di mana dan bisa kita betulin. Kita nggak akan sejelek seperti 98 lagi, nggak akan jelek malah,” kata Purbaya kepada awak media di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, dikutip Jumat (15/5).
Baca Juga:Rupiah Melemah terhadap Dollar, Ekonom Muhammadiyah Anggap Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain
Dia memastikan perbaikan mengenai nilai tukar memang menjadi tugas bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia. Tetapi, Kementerian Keuangan tengah bersiap untuk membantu menjaga stabilitas rupiah.
Salah satu fokus utama ialah menjaga pasar surat berharga negara atau bond market agar tetap stabil. Hal ini agar arus modal asing tidak terus keluar dari pasar domestik.
“Itu kan tugas bank sentral. Cuma kita sedang ambil langkah-langkah untuk membantu memperkuat juga dari sisi bond market. Mungkin kita coba lihat apakah kita bisa masuk untuk membantu apa enggak, tetapi pasti ke depan akan ada perbaikan, jadi jangan takut,” jelasnya.
Ia menjelaskan, ketika pasar obligasi stabil, investor tidak akan buru-buru menjual aset karena kekhawatiran capital loss. Bahkan, jika harga obligasi menguat, investor berpotensi memperoleh capital gain yang dapat menarik kembali aliran modal ke dalam negeri.
“Kalau bond market stabil, orang itu nggak jual, mereka nggak takut dengan capital loss, yang keluar juga akan berkurang. Apalagi kalau nanti bond-nya menguat, kan ada potensi capital gain, biasanya mereka suka,” imbuh Purbaya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
