
Video lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat viral di media sosial setelah muncul perbedaan penilaian dari dewan juri terhadap dua jawaban yang dinilai sama. (Instagram)
JawaPos.com - Ketua MPR Ahmad Muzani buka suara soal polemik final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalimantan Barat (Kalbar). Atas berbagai pertimbangan, MPR memutuskan final lomba tersebut diulang. Seluruh dewan juri dan MC juga diganti.
Muzani menjelaskan bahwa lomba tersebut sudah berlangsung sejak 2009 silam. Dimulai dari Jakarta, lomba itu terus berkembang hingga level nasional. MPR mempertahankan penyelenggaraannya sampai saat ini karena dinilai efektif untuk mensosialisasikan empat pilar MPR kepada generasi muda.
”Dalam evaluasi kami, Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR itu ternyata menjadi salah satu metode yang cukup efektif bagi upaya pemasyarakatan Empat Pilar MPR, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata dia kepada awak media di Jakarta pada Rabu (13/5).
Sebelum sampai level nasional, lomba tersebut biasa dilaksanakan dari level kabupaten dan kota. Kemudian naik ke tingkat provinsi dan puncaknya pada level nasional. Biasanya, Muzani menyebut, lomba di level nasional berlangsung di Senayan pada bulan Agustus.
”Yang terjadi di Kalimantan Barat adalah final untuk memperebutkan (peserta yang) mewakili Kalimantan Barat,” ujarnya.
Setelah mendapatkan penjelasan secara utuh dari sekretaris jenderal (sekjen) MPR, Muzani dan unsur pimpinan MPR lainnya sepakat untuk mengulang final lomba di level Provinsi Kalbar. Tidak hanya diulang, dewan juri dan MC atau pemandu lomba juga diganti.
”Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kami lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya. Juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen,” tegasnya.
Tidak hanya itu, Muzani memastikan bahwa pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya lomba tersebut dari awal sampai akhir. Dia juga mengucapkan terima kasih atas perhatian masyarakat terhadap jalannya lomba di Kalbar sehingga bisa melakukan evaluasi.
”Kami akan terus melakukan evaluasi terhadap penyempurnaan kegiatan-kegiatan MPR,” ucap dia.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Syarif Faisal menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan pendalaman pasca peristiwa tersebut viral di media sosial. Tujuannya untuk mengetahui secara lebih jelas duduk perkara yang terjadi saat lomba sedang berlangsung. Dari informasi awal, ada dugaan terjadi gangguan teknis pada perangkat audio atau speaker yang mengarah ke meja juri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
