
Ilustrasi pemimpin/freepik
JawaPos.com - Pengamat politik dan hukum, Pieter C. Zulkifli, mengingatkan gagasan tentang kedaulatan dan keadilan akan selalu diuji oleh praktik kekuasaan itu sendiri. Karena itu, arah masa depan bangsa sangat bergantung pada keberanian untuk membenahi sistem secara jujur.
“Kepemimpinan diuji bukan oleh kuasa, melainkan oleh keberanian untuk mendengar dan menegakkan keadilan di tengah bayang-bayang oligarki dan krisis hukum,” kata Pieter Zulkifli dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/4).
Ia menyoroti ironi yang kerap berulang dalam perjalanan bangsa, semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar godaan untuk berhenti mendengar. Padahal, justru di titik itulah kualitas kepemimpinan diuji, apakah tetap rendah hati atau berubah menjadi menara yang jauh dari realitas.
Menurutnya, di tengah kondisi hukum yang kerap dipertanyakan dan menguatnya pengaruh oligarki, publik membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat, tetapi juga rendah hati dan berpihak pada rakyat.
“Kita sering menganggap pemimpin hebat sebagai sosok yang tegas dan dihormati. Padahal, dalam kearifan lokal Indonesia, dari nilai ngayomi hingga filosofi ‘padi semakin berisi semakin merunduk’ pemimpin sejati adalah yang mau mendengar, merangkul, dan berjalan bersama rakyat. Ia bukan merak yang menuntut hormat, melainkan akar yang menguatkan pohon agar tetap berdiri kokoh,” jelasnya.
Pieter juga mengutip pesan Buya Hamka bahwa “nahkoda yang baik bukan hanya pandai mengemudikan kapal, tetapi memahami rahasia lautan.” Artinya, kepemimpinan tidak sekadar soal kendali, melainkan kedalaman pemahaman terhadap realitas.
Refleksi ini, lanjutnya, semakin relevan ketika dikaitkan dengan buku Paradoks Indonesia karya Prabowo Subianto, yang mengingatkan potensi kehancuran jika tata kelola negara tidak diperbaiki.
“Pernyataan itu bukan sekadar retorika, melainkan hasil pembacaan atas ketimpangan ekonomi, kebocoran sumber daya, dan lemahnya institusi,” ujarnya.
Ia pun menilai, ketika penulis buku tersebut berada di puncak kekuasaan, publik wajar mempertanyakan apakah kebijakan yang diambil saat ini menjawab kegelisahan tersebut atau justru mengonfirmasi kekhawatiran yang pernah disampaikan.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
