JawaPos.com - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusi Vladimir Putin dinilai memiliki nilai strategis secara politik. Oleh karena itu, dapat dimengerti Prabowo tetap melakukan pertemuan meskipun kondisi di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh belum pulih sepenuhnya usai dilanda banjir bandang dan tanah longsor.
Pendapat tersebut dikemukakan oleh Director Evident Institute, Algooth Putranto. Menurutnya, pertemuan Prabowo dan Putih krusial untuk menyikapi eskalasi geopolitik global yang dapat berdampak langsung pada Indonesia.
“Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo menemui Presiden Putin memiliki nilai strategis di tengah kondisi geopolitik di Eropa Timur (Ukraina) dan Timur Tengah (Palestina),” ujar Algooth, Sabtu (13/10).
Menurutnya, posisi Rusia yang sentral dalam kedua konflik tersebut. Sehingga, menempatkan Indonesia pada peran penting untuk mendorong dialog dan resolusi damai.
Algooth mengaku pernah mengunjungi langsung Ukraina pada akhir 2023. Baginya, eskalasi konflik di Ukraina menunjukkan tren yang meresahkan dan berpotensi mengganggu stabilitas global.
“Konflik di Ukraina kini menunjukkan peningkatan eskalasi ke taraf yang meresahkan karena berpotensi mengulang terganggunya pasokan minyak dunia dan bahan pangan akibat saling serang kapal pengangkut di Laut Hitam,” jelasnya.
Dalam konteks ini, dialog langsung dengan Rusia menjadi penting untuk mengamankan kepentingan nasional Indonesia, terutama terkait ketahanan pangan dan energi.
Selain itu, isu Palestina juga menjadi agenda utama. Algooth menekankan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk turut serta dalam upaya perdamaian.
“Sementara, Palestina menjadi utang Indonesia untuk menghadirkan perdamaian sesegera mungkin,” tandasnya.