Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Oktober 2025 | 21.43 WIB

Prabowo Tegaskan Tak Tolerir Insiden MBG: Satu Pun Kejadian Tidak Bisa Diterima

Presiden Prabowo Subianto bersama Chairman dan Editor-in-Chief Forbes Media, Steve Forbes, dalam Forbes Global CEO Conference 2025. (Istimewa) - Image

Presiden Prabowo Subianto bersama Chairman dan Editor-in-Chief Forbes Media, Steve Forbes, dalam Forbes Global CEO Conference 2025. (Istimewa)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga standar zero incident dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan dalam dialog bersama Chairman dan Editor-in-Chief Forbes Media, Steve Forbes, dalam Forbes Global CEO Conference 2025 di St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10).

Dalam percakapan tersebut, Steve Forbes memuji skala dan keberhasilan implementasi program MBG di Indonesia. “Saat ini, beliau (Prabowo) memberi makan setiap hari jumlah penduduk yang setara dengan tujuh Singapura,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Presiden Prabowo mengonfirmasi capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa program MBG terus mengalami penyempurnaan. 

“Saya bangga mengatakan, sampai beberapa jam yang lalu, kami sudah memiliki 11.900 dapur. Dan hari ini kami memberi makan 35,4 juta orang ya, itu setara dengan tujuh Singapura,” ucap Prabowo.

Meski begitu, Prabowo menekankan pentingnya menjaga standar keamanan pangan di seluruh lini pelaksanaan program. Ia menegaskan, pemerintah tidak akan mentolerir satu pun insiden dalam program MBG.

“Bahkan satu pun kejadian tidak bisa diterima,” tegasnya.

Prabowo menjelaskan sejumlah langkah konkret untuk memperkuat sistem pengawasan dan kualitas produksi di seluruh dapur MBG di Indonesia. Menurutnya, sistem program dijalankan langsung oleh tim terlatih dan dirancang untuk memberdayakan ekonomi lokal.

“Kami mengirimkan uang langsung ke dapur, tidak melalui lapisan-lapisan birokrasi. Sebelum program dimulai, kami melatih 32.000 manajer, semuanya lulusan universitas selama tiga bulan, lalu mereka ditempatkan di desa-desa,” ungkapnya.

Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) itu menambahkan, program MBG juga menciptakan ekosistem ekonomi baru bagi petani dan pelaku usaha kecil di daerah. 

“Satu dapur akan membutuhkan 3.000 butir telur setiap dua atau tiga hari, 3.000 mentimun, 3.000 wortel, 3.000 tomat, 3.000 potong ayam, dan sebagainya. Jadi para petani lokal menyadari bahwa mereka memiliki jaminan pembayaran untuk hasil mereka,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore