
Sejumlah masa melakukan aksi ujuk rasa di depan gedung DPR MPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/9/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - DPR RI diminta melakukan evaluasi besar-besaran menyusul gelombang demonstrasi massa yang meluas di berbagai daerah. Sensitifitas para anggota dewan dalam menyikapi kritik publik harus lebih maksimal.
“Saya memandang bahwa gelombang demonstrasi yang meluas ke berbagai daerah di Indonesia dapat dibaca sebagai refleksi nyata dari krisis kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif,” kata Peneliti Spektrum Politika Institute, Hairunnas kepada wartawan, Selasa (2/9).
Ia menilai, sikap Pimpinan DPR Puan Maharani yang menyampaikan permintaan maaf, menonaktifkan beberapa anggota DPR, serta berkomitmen mendukung transparansi penanganan kasus penabrakan tragis terhadap pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan, diharapkan dapat memperbaiki citra DPR.
“Tindakan tersebut bisa dipandang sebagai titik balik, sekaligus pengakuan bahwa aspirasi rakyat yang selama ini disuarakan melalui berbagai aksi massa memang layak didengar dan tidak bisa diabaikan begitu saja,” ujarnya.
Sejauh ini, lima anggota DPR yang dinilai kontroversial telah dinonaktifkan oleh partainya, yakni Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari NasDem, Eko Patrio dan Uya Kuya dari PAN, serta Adies Kadir dari Golkar. Menurutnya, kebijakan itu memperlihatkan keseriusan DPR dalam merespons kritik publik.
“Hal-hal tersebut dapat dicatat sebagai salah satu bentuk respons positif dan evaluasi besar-besaran dari DPR yang digerakkan oleh masyarakat," ucapnya.
Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya DPR memperbarui kebijakan sekaligus membangun empati terhadap rakyat.
“Itu bisa dipahami sebagai upaya membangun sensitivitas kerakyatan dan sikap proaktif agar DPR tidak terus terjebak dalam stigma impunitas dan ketidakpedulian,” tutur Hairunnas.
Ia menegaskan, DPR harus membuktikan bahwa respons kali ini bukan sekadar langkah insidental.
“Ke depan, DPR perlu membuktikan bahwa sikap yang ditunjukkan hari ini bukan sekadar respons insidental terhadap krisis citra, tetapi bagian dari upaya sistemik untuk memperbaiki diri,” urainya.
Hairunnas menambahkan, kasus hukum yang menimpa Affan Kurniawan harus dikawal dengan transparan dan adil karena peristiwa demonstrasi di Jakarta dan sejumlah daerah telah meninggalkan luka kebangsaan mendalam.
“Sekarang, saatnya DPR membuktikan bahwa nyawa yang melayang tidak sia-sia dan suara jalanan bukan sekadar gangguan, melainkan panggilan nurani,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
