
Anies Baswedan (kiri) didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Ady Widjaja (kanan) usai menggelar pertemuan di kantor DPD PDI Perjuangan, Cakung, Jakarta, Sabtu (24/8/2024). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kans Anies Baswedan untuk maju dalam pilkada Jakarta kian menguat. Anies terus bergerilya mencari dukungan. Selain tengah menjalin hubungan dengan PDIP, Anies mendapat dukungan dari Partai Buruh.
Kemarin dukungan secara resmi disampaikan Partai Buruh kepada Anies. Dalam Pileg DPRD Jakarta, Partai Buruh memperoleh suara 1,15 persen. Untuk maju, Anies harus mengantongi minimal 7,5 persen.
Seusai penyerahan dukungan, Anies mengapresiasi perjuangan Partai Buruh yang berhasil mengubah ambang batas melalui gugatan ke MK. Momentum itu sekaligus memberikan ruang baginya untuk kembali maju di pilkada Jakarta. ”Terima kasih Partai Buruh telah memberikan kepercayaan untuk kami meneruskan bekerja di Jakarta,” kata Anies.
Dia mengakui dukungan Partai Buruh saja belum cukup. Masih dibutuhkan dukungan dari partai lain. Terkait PDIP, Anies mengaku masih mengikuti prosesnya. ”Menunggu arahan dari Ketum (Megawati),” ujarnya.
Presiden Partai Buruh Said Iqbal menambahkan, pihaknya tidak akan mengusulkan nama wakil. Dia menyadari perolehan suara partainya tidak mencukupi. Namun, dia menduga ada peluang Anies melaju bersama PDIP. ”Pak Anies dan pasangannya tentu PDIP yang menentukan. Kami kan partai kecil, tapi cabai rawit lah,” kata Said di kantor KPU.
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah menyatakan bahwa dirinya memang langsung bertemu Anies seusai putusan MK pada 20 Agustus lalu. Dalam pertemuan itu, Basarah berdiskusi banyak hal dengan Anies. Di antaranya, diskusi tentang ajaran-ajaran dan pemikiran-pemikiran Bung Karno.
Apakah pembicaraan dengan Anies menemukan kesepakatan politik? Basarah menjelaskan, pihaknya masih punya waktu sampai 29 Agustus atau batas akhir pendaftaran pilkada untuk terus berproses. Setelah itu, Ketum PDIP Megawati Sukarnoputri memutuskan siapa cagub dan cawagub Jakarta yang diusung partai berlambang banteng tersebut.
Mengenai keharusan Anies menjadi kader PDIP, Basarah menyebut hal itu bukan ukuran dalam menentukan calon. Sebab, tidak sedikit kader PDIP yang berkhianat. ”Intinya itu pada komitmen yang tulus, yang sungguh-sungguh untuk membangun kerja sama politik dengan PDIP yang menyatu,” ujarnya. Kerja sama itu terutama menyangkut prinsip-prinsip ideologi dan platform perjuangan.
Meski begitu, Basarah menegaskan bahwa pihaknya terus melihat dinamika politik sebelum mengeluarkan keputusan. Meski, dia mengakui PDIP dan Anies dipertemukan oleh satu persamaan nasib. ”Kami sama-sama punya persamaan kehendak untuk menjadi antitesis dari upaya politik (oligarki),” tegasnya.
Secara terpisah, Ridwan Kamil (RK) menyatakan siap bertarung dengan mantan gubernur Jakarta itu. Bacagub dari Koalisi Indonesia Maju tersebut mengatakan, masuknya nama Anies menjadi kabar baik. Semakin banyak calon, bagi dia, akan semakin bagus untuk warga Jakarta. ”Kalau bisa 5 sekalian, kalau bisa lebih banyak. Nggak ada masalah,” ujarnya. (far/tyo/c7/fal)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
