
Cawapres nomor urut dua, Gibran Rakabuming Raka saat ebat keempat Pilpres 2024 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (21/1). (Istimewa)
JawaPos.com – Dalam debat Capres – Cawapres ke empat yang diselenggarakan pada Minggu (21/1), Gibran sempat melontarkan satu istilah yakni ‘Greenflation’.
Istilah yang dilontarkan oleh Cawapres no urut dua ini sempat membingungkan lawan debatnya yakni Mahfud MD.
Tidak hanya lawan debatnya, netizen yang melihat acara debat kemarin juga banyak yang tidak mengerti makna dari istilah tersebut.
Berdasarkan dari Eurosystem European Central Bank, istilah ‘greenflation’ merupakan gabungan dari kata ‘green’ dan ‘inflation’ yang disingkat.
Greenflation memiliki arti inflasi hijau, yang dalam hal ini merupakan salah satu dari tiga era baru inflasi energi.
Era baru inflasi energi sendiri terdiri dari tiga macam inflasi yakni inflasi iklim, inflasi fosil, dan yang terakhir inflasi hijau.
Dalam Bahasa Inggris, istilah tersebut biasa disebut dengan ‘climateflation’, ‘fossilflation’, dan ‘greenflation’. Yang dalam hal ini pertama kali disampaikan oleh Isabel Schnabel.
Dalam pidatonya tentang panel kebijakan moneter dan perubahan iklim, Isabel menyebutkan tentang perang antara Ukraina dan Rusia yang mempengaruhi era baru inflasi energi.
Pengaruh dari perang tersebut berdampak pada harga komoditas yang mengalami inflasi tertinggi di berbagai negara.
Dan tiga era baru inflasi energi yakni greenflation, climateflation dan fosilflation merupakan dampak besar yang dihadapi oleh berbagai negara.
Menurut Isabel, greenflation atau inflasi hijau yang dimaksud adalah inflasi akibat teknologi ramah lingkungan yang memerlukan banyak logam dan mineral.
Padahal dalam energi baru, tujuan utamanya adalah untuk mengurangi emisi karbon. "Kendaraan Listrik menggunakan mineral enam kali lebih banyak dibandingkan kendaraan konvensional,” tutur Isabel.
“Pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai membutuhkan tembaga tujuh kali lebih banyak dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga gas," tambahnya.
Hal tersebut merupakan salah satu dampak dari era baru inflasi energi yang terjadi di Dunia.
Kemudian dalam penjelasan Isabel, climateflation diibaratkan seperti bencana alam dan cuaca buruk yang berdampak pada aktivitas ekonomi dan harga yang semakin meningkat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
