Sejumlah pemotor yang membawa bendera PDIP saat melintasi jalan di Pati tak jauh dari acara PSI.
JawaPos.com - Beredar video segerombolan pemotor yang membawa bendera PDIP menggeber-geber gas saat Ketum PSI Kaesang Pangarep bersama relawan berada di Rumah Makan Renggo Sabtu Baru, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Minggu (17/12). Salah satu pemotor bahkan sempat memasuki pelataran rumah makan.
Pemotor yang masuk ke area rumah makan acara PSI itu membawa bendera bergambar banteng. Ada tulisan 'Banteng Pekok Growkid Juwana' pada bendera tersebut.
Sekjen PSI, Raja Juli Antoni meran dengan tindakan yang dilakukan oleh segerombolan massa tersebut. Karena PSI sudah menyiapkan acara itu dari jauh hari.
"Terus terang agak kaget karena kami sudah menyiapkan acara ini jauh-jauh hari, izinnya juga sudah disampaikan kepada semua pihak berwajib, tapi masih ada partai tertentu yang memprovokasi," kata Raja Juli Antoni.
Raja berharap provokasi itu tidak berkepanjangan dan menyulut amarah.
"Sekali lagi kami punya komitmen, pemilu ini harus diselenggarakan secara damai, secara santun dan santuy ya. Jadi kita bertanding gagasan, pikiran, bukan otot bukan provokasi," tegasnya.
Raja menyayangkan aksi segerombolan pemotor yang membawa bendera PDIP tersebut. Dia memastikan PSI akan terus maju meski ada provokasi.
"Kalau maksudnya menakut nakuti sama sekali kami enggak takut sih. Tapi kita nggak mau lah, masak, ini harus adu otak bukan otot ya," ujarnya.
Pengamat politik citra institute Efriza menilai, hal itu sebagai tindakan arogansi. Menurutnya, gerombolan pemotor ini menunjukkan basis wilayah PDIP adalah Jawa Tengah.
"Oknum itu juga diperkirakan punya maksud, mengganggu acara tentunya, sekaligus menunjukkan ini adalah basis wilayah PDIP. Jadi rasa sebal sekaligus dibungkus arogansi yang dilakukan oleh oknum, ini jelas tindakan arogansi yang dilakukan oleh oknum," ujar Efriza kepada wartawan, Senin (18/12).
"Sikap arogansi yang ditunjukkan oleh oknum tersebut adalah perilaku minus, bahasa Sarkasnya, norak, geber-geber knalpot," sambungnya.
Menurutnya, tujuan mereka jelas mengganggu ketenangan dan keseriusan dari acara. Sikap itu juga sekaligus memungkinkan memancing keributan yang berkategori memprovokasi.
"Untungnya PSI, berusaha solid, dan tetap berkomitmen untuk mewujudkan pemilu damai. PSI sudah benar dalam menyikapi situasi tersebut," ucapnya.
Efriza mendorong agar PDIP mendalami kasus ini dan dijelaskan seperti apa kronologisnya. Jika itu simpatisannya, maka harus diproses secara internal.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
