Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Desember 2023 | 23.27 WIB

PSI Ogah Kepancing, Acara Kaesang di Pati Disambangi Pemotor Pembawa Bendera PDIP

Sejumlah pemotor yang membawa bendera PDIP saat melintasi jalan di Pati tak jauh dari acara PSI.

JawaPos.com - Beredar video segerombolan pemotor yang membawa bendera PDIP menggeber-geber gas saat Ketum PSI Kaesang Pangarep bersama relawan berada di Rumah Makan Renggo Sabtu Baru, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Minggu (17/12). Salah satu pemotor bahkan sempat memasuki pelataran rumah makan.

Pemotor yang masuk ke area rumah makan acara PSI itu membawa bendera bergambar banteng. Ada tulisan 'Banteng Pekok Growkid Juwana' pada bendera tersebut.

Sekjen PSI, Raja Juli Antoni meran dengan tindakan yang dilakukan oleh segerombolan massa tersebut. Karena PSI sudah menyiapkan acara itu dari jauh hari.

"Terus terang agak kaget karena kami sudah menyiapkan acara ini jauh-jauh hari, izinnya juga sudah disampaikan kepada semua pihak berwajib, tapi masih ada partai tertentu yang memprovokasi," kata Raja Juli Antoni.

Raja berharap provokasi itu tidak berkepanjangan dan menyulut amarah.

"Sekali lagi kami punya komitmen, pemilu ini harus diselenggarakan secara damai, secara santun dan santuy ya. Jadi kita bertanding gagasan, pikiran, bukan otot bukan provokasi," tegasnya.

Raja menyayangkan aksi segerombolan pemotor yang membawa bendera PDIP tersebut. Dia memastikan PSI akan terus maju meski ada provokasi.

"Kalau maksudnya menakut nakuti sama sekali kami enggak takut sih. Tapi kita nggak mau lah, masak, ini harus adu otak bukan otot ya," ujarnya.

Pengamat politik citra institute Efriza menilai, hal itu sebagai tindakan arogansi. Menurutnya, gerombolan pemotor ini menunjukkan basis wilayah PDIP adalah Jawa Tengah.

"Oknum itu juga diperkirakan punya maksud, mengganggu acara tentunya, sekaligus menunjukkan ini adalah basis wilayah PDIP. Jadi rasa sebal sekaligus dibungkus arogansi yang dilakukan oleh oknum, ini jelas tindakan arogansi yang dilakukan oleh oknum," ujar Efriza kepada wartawan, Senin (18/12).

"Sikap arogansi yang ditunjukkan oleh oknum tersebut adalah perilaku minus, bahasa Sarkasnya, norak, geber-geber knalpot," sambungnya.

Menurutnya, tujuan mereka jelas mengganggu ketenangan dan keseriusan dari acara. Sikap itu juga sekaligus memungkinkan memancing keributan yang berkategori memprovokasi.

"Untungnya PSI, berusaha solid, dan tetap berkomitmen  untuk mewujudkan pemilu damai. PSI sudah benar dalam menyikapi situasi tersebut," ucapnya.

Efriza mendorong agar PDIP mendalami kasus ini dan dijelaskan seperti apa kronologisnya. Jika itu simpatisannya, maka harus diproses secara internal.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore