
Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono melakukan pertemuan sekaligus berdiskusi untuk menerima aspirasi dari para tokoh ulama di Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (10/12).
JawaPos.com - Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono melakukan pertemuan sekaligus berdiskusi untuk menerima aspirasi dari para tokoh ulama di Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (10/12).
Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk ikhtiar Muhamad Mardiono untuk mengembalikan kejayaan partai berlambang Kabah. Selain berdiskusi dan mendengarkan aspirasi dari para tokoh ulama, Muhamad Mardiono juga berbincang dengan para kader dan ketua DPC di Sumatera Utara.
Dalam diskusi kali ini, salah satu tokoh ulama, Ustaz Syahrul Mukti Tanjung meminta agar PPP terus menyuarakan kebenaran salah satunya terkait biaya haji, keberpihakan terhadap guru ngaji, hingga perlindungan bagi para ulama.
“Pertama kami minta suarakan kebenaran untuk rakyat, salah satunya biaya haji yang mahal maka kami minta agar terus dikawal agar tidak tinggi. Kemudian, kiranya masyarakat dinomor satukan apalagi ulama,” kata Ustaz Syahrul saat menyampaikan aspirasi kepada pimpinan partai berlambang Kabah.
Sementara, Muhamad Mardiono menyebut selama ini PPP terus menyuarakan kebenaran untuk keberlangsungan berbangsa dan bernegara.
“PPP sejak berdiri tidak pernah bergeming dan terus menyuarakan kebenaran. Pak Ustaz, insyaallah suara kebenaran itu akan terus kita perjuangkan,” kata Muhamad Mardiono.
Pria yang menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP) ini menegaskan bahwa hingga saat ini PPP selalu memperjuangkan biaya haji sebagai bentuk keberpihakan kepada umat muslim.
“Kalau melihat di media sosial, PPP selalu menjaga itu (dana haji). Kita tugaskan di Komisi delapan untuk membatasi menghalau itu sehingga masih berlaku subsidi silang terkait dana haji dan itu sudah terbukti,” ungkapnya.
Kemudian soal keberpihakan guru ngaji, Muhamad Mardiono mengaku telah sejalan dengan visi misi program Capres Ganjar Pranowo dan Cawapres Mahfud MD.
“Perhatian kepada guru ngaji itu menjadi misi Capres kita, bahkan dari dulu kita gelorakan dan suarakan termasuk memenangkan UU tentang Ponpes,” jelasnya.
Terakhir, dia pun menegaskan akan terus memperjuangkan perlindungan bagi para ulama bersama dengan Capres Ganjar dan Cawapres Mahfud MD.
“Saat ini masih kita perjuangkan. Insyaallah dengan Pak Ganjar dan Pak Mahfud menjadi bagian pemimpin Bangsa ini, maka kita buktikan mereka hadir bersama ulama,” pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
