Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 September 2023 | 19.08 WIB

Masih Bisa Muncul Koalisi Baru, Ujungnya di AHY dan Sandiaga Uno

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menjadi pembicara saat mengisi Seminar Nasional dan Temu Tokoh Wanita Pemersatu Bangsa di Gedung DPP PPP, Jakarta, Senin (31/10/2022). Seminar Nasional itu bertajuk

JawaPos.com - Manuver Nasdem memutuskan Muhaimin Iskandar cawapres Anies Baswedan memang sangat menyakitkan bagi Partai Demokrat. Namun, partai yang kini dikomandoi Agus Harimurti Yudoyhono (AHY) itu disebut-sebut akan menggandeng Sandiaga Uno. 

Pasalnya menurut pengamat politik dari Unpad, Firman Manandengan kondisi dan peta politik saat ini masih memungkinkan untuk melahirkan koalisi baru.

"Sandiaga Uno beberapa hari lalu pernah mengucapkan ada poros baru dalam koalisi menjelang Pilpres and 2024. Ini bisa saja terjadi," ungkap Firman sebagaimana dikutip dari berita satu. 

Faktor lainnya yaitu, lahirnya poros baru itu karena kondisi Demokrat dan PKS yang dalam kebingungan usai manuver yang dibuat Partai Nasdem.

"Demokrat dipastikan keluar dari koalisi Nasdem, PKS saya melihat masih menunggu langkah Demokrat," kata dia.

"Sementara Sandiaga Uno sebagai pencetus poros baru belum juga disetujui PDIP sebagai cawapres dari PPP," terangnya.

Situasi tersebut, kata Firman Manan, bisa saja tejadi jika PPP membentuk koalisi baru dengan Demokrat dan PKS. Ditambah lagi SBY sudah memebrikan sinyal bahwa ada menterinya Jokowi yang aktif menggalang koalisi Demokrat, PKS, dan PPP. 

"Bisa saja PPP, PKS lalu Demokrat bergabung dan itu memenuhi syarat Pilpres 2024, yakni 20 persen parlementary threesold," bebernya.

Maka, lanjutnya, jika AHY tetap ngotot ingin maju sebagai cawapres di Pilpres 2024, maka koalisi dengan PPP dan PKS bisa jadi solusi.

"Dari sisi PKS, saya melihat akan membaca situasi politik dari langkah Demokrat secara taktis seperti apa," ulasnya.

Di sisi lain, Firman Manan juga mengungkap bahwa kondisi politik kekinian ini membuat Demokrat terkepung dengan 3 koalisi yang semuanya diisi parpol pendukung pemerintah.

"Pasca Nasdem ajak PKB gabung, 3 koalisi sekarang ini semuanya ada partai pendukung pemerintah saat ini, yang dipimpin Presiden Joko Widodo," ungkap Firman Manan.

Dari seluruh parpol tersebut, hanya ada 2 parpol yang bukan pendukung pemerintahan Jokowi, yakni Demokrat dan PKS. Meski manuver politik saat ini cukup besar, Firman menilai kondisi itu masih mungkin dan bisa saja berubah lagi.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore