Direktur Inovasi dan Science Techno Park UI, Ahmad Gamal. (Istimewa)
JawaPos.com - Perkembangan zaman membawa dampak signifikan dalam kehidupan manusia. Dahulu kehidupan mengandalkan alat-alat konvensional, kini pada era 5.0 teknologi menjadi kebutuhan primer menopang kehidupan dari berbagai lini.
Presiden RI kedua, Soeharto bahkan mengeluarkan Keppres Nomor 71 Tahun 1995 untuk menetapkan setiap 10 Agustus diperingati sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hateknas).
Universitas Indonesia (UI) sebagai salah satu kampus terbaik di tanah air juga menjadikan aspek teknologi salah satu produk unggulan. Bahkan UI telah memulai proyek besar dengan membangun Science Techno Park. Fasilitas ini nantinya akan menghubungkan antara peneliti dengan industri.
Melalui Science Techno Park ini juga bisa mengintegrasikan kegiatan penelitian dalam satu atap. "Kita ingin membuat ekosistem agar semua orang merasa nyaman bahwa hasil penelitiannya ada valuenya, saat ada nilainya kita dekatkan dengan mitra industri," kata Direktur Inovasi dan Science Techno Park UI, Ahmad Gamal saat berbincang dengan JawaPos.com.
UI begitu serius dalam mengembangkan teknologi. Kampus beralmamater jas kuning ini adalah kampus pemegang kekayaan intelektual terbanyak di Indonesia. Bahkan jika dibandingkan dengan lembaga maupun pihak lain, jumlah kekayaan intelektual UI hanya kalah dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Sejak Gamal menjabat pada 2020 lalu, setidaknya sudah ada sekitar 4 ribu hasil riset UI yang ditetapkan sebagai kekayaan intelektual. Terdiri dari hak cipta, paten, software, buku hingga karya seni.
Kesuksesan ini tak lepas dari dorongan kampus kepada para dosen, peneliti, dan mahasiswa agar tidak sekadar melakukan penelitian. Melainkan harus dilengkapi dengan apliasi di ranah terapannya, lalu didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham RI, dan bermuara pada kerja sama dengan industri.
Dari banyaknya kekayaan intelektual yang dimiliki UI, sektor yang paling diunggulkan yakni kategori kesehatan, dan keteknikan. Untuk kategori kesehatan terfokus lagi ke alat kesehatan (alkes) sebagai unggulan. Sedangkan keteknikan terfokus pada material maju yang menjadi unggulan.
Produk-produk kekayaan intelektual UI tak sedikit yang sudah dirasakan mahfaatnya oleh masyarakat. Sejumlah industri di Pulau Jawa sudah menjalin kerja sama.
"Komersialiasi patennya hampir diseluruh pulau Jawa, karena kerja sama industri agak sulit di luar pulau jawa karena pihak industri harus datang intens ke tempat kami, bertemu dengan peneliti kami, sehingga tetap memperoleh proses transfer teknologi," ucap Gamal.
Peraih gelar Doktoral dari Universitas Illinois ini menyampaikan, produk kekayaan intelektual UI banyak dipakai oleh industri karena telah teruji standarisasinya. Proses penelitian yang dijalankan sebelum masuk ke ranah industri pun dikerjakan begitu serius. Melibatkan para peneliti dari berbagai latar belakang lembaga, dosen, dan wajib melibatkan mahasiswa UI. Sepanjang 2022 setidaknya ada 8 ribu mahasiswa UI yang dilibatkan dalam proses penelitian.
Riset yang dilakukan UI harus memenuhi 9 fase sampai dengan masuk ke industri. Tak ada batas waktu yang ditetapkan untuk menyelesaikan satu penelitian. Mengingat kesulitan riset beragam. Bahkan masih ditemukan riset gagal dan terhenti di tengah jalan.
"Alasan kegagalan penelitian lebih banyak dari alasan keberhasilan," ucap Gamal.
Kegagalan ini memiliki banyak faktor. Di antaranya waktu panjang, biaya besar, fasilitas tidak lengkap, SDM tidak sesuai, perbedaan kemauan antara peneliti dan industri. Selama ini kerap ditemukan pihak industri hanya memikirkan produk jualan, adapula peneliti yang beriorientasi hanya pada kecanggihan teknologi. Padahal kedua aspek ini tidak boleh berseberangan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
