
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyapa relawannya dalam Acara Musyawarah Rakyat (Musra) Relawan Jokowi di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (14/5).
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) enggan merespons kritik bakal calon presiden (capres) dari Partai NasDem Anies Baswedan yang mengkritik subsidi mobil listrik. Jokowi hanya tersenyum saat ditanya awak media usai menghadiri musyawarah rakyat (Musra) Indonesia yang diselenggarakan oleh para relawan Jokowi dari seluruh provinsi di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (14/5).
Jokowi hanya mendengar pernyataan yang diajukan awak media terkait subsidi mobil listrik. Namun, mantan Wali Kota Solo itu enggan memberi tanggapan soal kritik Anies tersebut.
Kritik Anies Baswesan terkait subsidi mobil listrik itu diutarakan saat menyampaikan pidato politik dalam deklarasi dukungan dari Relawan Amanat Indonesia (Anies) di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (7/5). Menurut Anies, kebijakan subsidi mobil listrik bukan solusi untuk menghadapi tantangan masalah lingkungan hidup.
"Kita menghadapi tantangan lingkungan hidup, itu menjadi kenyataan bagi kita. Solusi menghadapi masalah lingkungan hidup apalagi soal polusi udara bukanlah terletak di dalam subsidi untuk mobil listrik yang pemilik mobil-mobil listriknya adalah mereka-mereka yang tidak membutuhkan subsidi," kata Anies Baswedan.
Anies juga menilai bahwa kebijakan subsidi mobil listrik justru tidak menjadi solusi atas permasalahan lingkungan. Sebab menurutnya, emisi karbon yang dikeluarkan mobil listrik justru lebih tinggi daripada emisi karbon dari bus dengan bahan bakar minyak (BBM).
Selain itu, kata Anies, mobil listrik justru akan menambah kemacetan di jalan. Terlebih jika yang diperbanyak adalah mobil listrik pribadi, bukan kendaraan listrik untuk transportasi umum dan kendaraan logistik.
"Kalau kita hitung apalagi ini contoh ketika sampai pada mobil listrik emisi karbon mobil listrik per kapita per kilometer sesungguhnya lebih tinggi daripada emisi karbon bus berbahan bakar minyak," jelas Anies.
"Kenapa itu bisa terjadi? Karena bisa memuat orang banyak sementara mobil memuat mobil sedikit. Ditambah lagi pengalaman kami di Jakarta bahwa kendaraan pribadi berbasis listrik dia tidak akan mengganti mobil digarasinya, tetapi menambah mobil di jalanan menambah kemacetan di jalan," imbuh Anies.
Oleh sebab itu, dia mengatakan ke depan dirinya akan mendorong demokratisasi dalam hal sumber daya. Sehingga nantinya, sumber daya yang dimiliki pemerintah bisa bermanfaat nyata bagi masyarakat.
Termasuk dalam hal ini, Anies akan mendorong bahwa ke depan yang akan diperbanyak di jalan tol adalah kendaraan umum dan kendaraan logistik berbasis listrik, bukan kendaraan pribadi.
"Kita ingin dorong ke depan, insya Allah jalan-jalan tol yang saat ini sudah dibangun dengan sangat baik oleh pemerintahan hari ini. Ke depannya dipenuhi oleh kendaraan-kendaraan umum yang berbasis listrik, kendaraan logistik berbasis listrik, bukan kendaraan pribadi tetapi kendaraan umum," pungkas Anies.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
