
Ketua DPP PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan mengapresiasi mundurnya eks Wali Kota Mandiun, Djatmiko Royo. Mundurnya Djatmiko dinilai suatu keputusan sikap yang tepat.
JawaPos.com - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan berbicara mengenai sosok Ketua DPR Puan Maharani. Menurutnya, kolega satu partainya itu bukan sosok yang suka bersandiwara.
Menurutnya, Puan adalah kader sekaligus pemimpin yang apa adanya, tak suka bersandiwara di ruang publik. Atau sengaja memoles dirinya demi kepentingan viral di sosial media.
“Mbak Puan bukan tipe pemimpin yang suka berpura pura yang memoles dirinya seakan akan populis, seolah-olah berpihak kepada rakyat. Dia lahir sebagai cucu Bung Karno, anak Bu Mega anak Pak Taufik kemudian jadi Politikus nasional, ya dia enggak perlu kepura-puraan,” kata Trimedya, kepada wartawan, Jakarta, Rabu (1/6)
Menurut Trimedya, mencari pemimpin haruslah yang apa adanya, bukan mempermak dirinya seolah-olah paling berpihak kepada rakyat. Trimedya lalu menyoroti Ganjar yang hanya memoles diri dari opini publik.
“Jatuh dari sepeda, akting ada hari kanker botak bukan yang begitu-begitu, coba apa gunanya Ganjar botak, tunjukkan empati. Kan enggak juga, kenapa dia enggak botak ketika Indonesia kalah di semifinal Sea Games,” kritik legislator dapil Sumut II ini.
Trimedya lalu memaparkan track record Puan yang sudah menjabat Ketua Fraksi PDIP di era oposisi SBY saat itu 2009-2014 dan Ganjar ada sebagai Anggota Fraksi saat itu.
“Dia berhasil mengorganisir PDI Perjuangan sebagai partai oposisi kita bisa diperhitungkan. Lihat saja kami dulu banyak atraksi yang kita lakukan beda dengan yang oposisi sekarang, enggak jelas,” ungkap Trimedya.
Trimedya juga menganggap Puan berhasil memimpin DPR di tengah konstelasi politik yang tinggi, apalagi para pimpinan DPR adalah kader terbaik parpol-parpol di Senayan.
“Pimpinan DPR ini kan jagoan-jagoan semua ada Dasco ada Muhaimin ada Rachmat Gobel ada Lodewijk itu kan jagoan-jagoan semua. Dia juga bisa memimpin pemilihan pimpinan komisi dan AKD mulus semuanya, itu jelas ukuran-ukuran kinerja, itu yang harus kita sampaikan ke masyarakat,” pungkas Ketua Umum Punguan Panjaitan se-Jabodetabek ini.
Sebelumnya, Puan menjawab pandangan negatif sebagian pihak yang mencibir karir politiknya. Puan menekankan meskipun ia merupakan cucu sang proklamator Bung Karno dan anak dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, bukan berarti untuk mencapai karir politiknya tanpa kerja keras alias mengandalkan privilege politik.
"Mungkin banyak yang berpikir saya mencapai posisi sekarang ini dengan mudah, karena menjadi cucu dan anak seorang tokoh dianggap bisa memuluskan jalan. Tapi kenyataannya tidak ada pencapaian tanpa kerja keras," kata Puan, dalam video wawancara yang ia posting di akun @puanmaharaniri beberapa waktu lalu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022