
Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (18/5). (Ridwan/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, menanggapi tudingan dari aliansi mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu terkait dugaan kedekatan mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, dengan tokoh-tokoh yang pernah berada dalam tim pemenangannya pada Pilpres 2024. Menurut Ganjar, kritik yang disampaikan seharusnya direspons dengan data dan argumentasi, bukan dengan pelabelan politik.
"Melabeli aktivis atau warga yang kritis sebagai bagian dari kubu politik tertentu adalah cara paling mudah untuk menghindari substansi persoalan," kata Ganjar kepada wartawan, Rabu (17/6).
Ganjar menegaskan, pemerintah perlu menjawab kritik secara terbuka dan berdasarkan fakta. Ia menilai, masukan dari masyarakat semestinya menjadi bahan evaluasi dalam pengambilan kebijakan.
"Kalau ada kritik, jawab dengan data. Kalau ada masukan, respons dengan kebijakan. Jangan membangun narasi seolah-olah hanya pendukung pemerintah yang boleh berbicara, sementara yang kritis pasti dianggap lawan politik," tegasnya.
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu juga mengingatkan, kehadiran negara sejatinya untuk melindungi hak-hak warga negara, termasuk kebebasan menyampaikan pendapat dan kritik terhadap pemerintah.
"Negara ini dibangun bukan untuk melayani penguasa, tetapi untuk melindungi hak warga negara, termasuk hak untuk berbeda pendapat," tuturnya.
Ia menekankan, pertanyaan mengenai afiliasi politik seseorang bukan ditujukan untuk mencari kebenaran, melainkan untuk melemahkan atau mendelegitimasi kritik yang disampaikan.
"Dalam demokrasi, warga negara tidak kehilangan hak kritisnya hanya karena pernah mendukung atau dianggap dekat dengan tokoh politik tertentu. Justru yang berbahaya adalah ketika kekuasaan mulai mengukur validitas kritik berdasarkan siapa yang menyampaikan, bukan berdasarkan fakta yang disampaikan," jelasnya.
Karena itu, Ganjar mengingatkan bahwa demokrasi dapat tergerus apabila kritik hanya dianggap sah ketika datang dari kelompok yang mendukung pemerintah. Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mengawasi jalannya pemerintahan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022