
dpi ri
JawaPos.com - Manager Program Saiful Muzani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad mengatakan berdasarkan dari survei terbarunya, bahwa kasus Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan yang meminta Kajati dicopot karena bicara dalam Bahasa Sunda menimbulkan efek negatif terhadap PDIP.
Saidiman Ahmad menjelaskan, sebanyak 66 persen warga Jawa Barat yang mengetahui kasus Arteria Dahlan tersebut.
"Ada 66 persen warga Jawa Barat yang mengetahui peristiwa itu jadi peristiwa ini cukup menghebohkan jadi warga Jawa Barat umumnya atau mayoritasnya mengetahui peristiwa itu," ujar Saidiman dalam paparan surveinya secara daring, Selasa (15/2).
Saidiman mengatakan berdasarkan data yang diperoleh, akibat ulah yang dibuat oleh Arteria Dahlan berdampak terhadap keterpilihan atau elektabilitas PDIP di Jawa Barat.
"Bahwa isu atau kasus Arteria Dahlan terkait pernyataan etnis sunda itu berdampak negatif terhadap elektabilitas PDIP. Kita lihat di sini dari yang tahu hanya peristiwa itu hanya 14 persen yang menyatakan pilihan terhadap PDIP. Sementara mereka yang tidak tahu itu 21 persen. Ini artinya ada efek dari pengetahuan publik Jawa Barat terhadap peristiwa itu terhadap keterpilihan PDIP," katanya.
Saidiman menambahkan, sebanyak 11 persen bahwa masyarakat di Jawa Barat sepakat bahwa prilaku Arteria Dahlan telah menyinggung etnis suku Sunda.
"Mereka yang setuju bahwa arteria menyinggung etnis sunda itu memberikan pilihan terhadap PDIP hanya 11 persen. Sementara tidak yang setuju dengan itu 20 persen," ungkapnya.
Karena itu, Saidiman menuturkan ada efek yang ditimbulkan terhadap prilaku yang dilakukan oleh Arteria Dahlan terhadap elektabilitas PDIP di Jawa Barat.
"Jadi intinya adalah bahwa pertanyaan atau kasus pernyataan Arteria Dahlan ini punya pengaruh elektabilitas PDIP," tuturnya.
Adapun, survei ini dilakukan pada periode 5-8 Februari 2022 dengan melalui saluran telepon. Pemilihan sampel dilakukan metode double sampling dengan jumlah sampel sebanyak 640 dan random digit dialing (RDD) sebanyak 161.
Total sampel hasil kombinasi 2 metode tersebut sebanyak 801 responden. Adapun, margin of error survei diperkirakan lebih kurang 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Diketahui, Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan protes terhadap Jaksa Agung ST Burhanuddin lantaran ada Kepala Kejaksaan Tinggi yang menggunakan bahasa Sunda saat rapat dengan anggota dewan.
Arteria khawatir apabila rapat menggunakan bahasa daerah, maka komunikasi tidak lancar. Karena tidak menutup kemungkinan ada anggota dewan yang tidak mengerti bahasa Sunda. Sehingga Arteria dengan tegas meminta agar Jaksa Agung ST Burhanuddin mencopot Kepala Kejaksaan Tinggi tersebut.
Namun karena terjadi polemik dan protes, Arteria Dahlan akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Kata dia, tidak ada maksud melukai masyarakat Sunda.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
