Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 September 2021 | 19.05 WIB

Kubu Moeldoko Setuju dengan SBY, Jangan Ada Narasi Sesat Soal Hukum

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato refleksi pergantian tahun di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Melalui pidato politik ini, SBY mengajak semua pihak untuk memahami tahun 2020 yang akan datang. Karena ba - Image

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato refleksi pergantian tahun di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Melalui pidato politik ini, SBY mengajak semua pihak untuk memahami tahun 2020 yang akan datang. Karena ba

JawaPos.com - Ketua Mejelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan keadilan haruslah diteggakan. Namun pernyataan SBY ini disambut positif oleh Partai Demokrat kubu Moeldoko.

Juru Bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad mengatakan, memang kaeadilan haruslah ditegakkan dan jangan adanya intervensi dari siapapun.

"Kami sangat setuju dengan cuitan Pak SBY bahwa hukum harus ditegakkan dan keadilan juga harus ditegakkan, hukum dan keadilan tidak boleh ada jarak," ujar Rahmad kepada wartawan, Selasa (28/9).

Menurut Rahmad, langkah yang dilakukan kader kader Demokrat bersama kuasa hukum mereka, Yusril Ihza Mahendra adalah dalam upaya menegakkan hukum dan menegakkan keadilan.

"Menegakkan hukum agar AD/ART Partai Demokrat itu sesuai dengan ketentuan UU Partai Politik dan menegakkan keadilan agar Partai Demokrat dikembalikan kepemilikkannya kepada rakyat Indonesia sebagaimana cita-cita pendiri," katanya.

Oleh karena itu, semua pihak harus menghormati Mahkamah Agung (MA) atau lembaga peradilan di Indonesia. SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) atau siapapun, harus pula bertindak adil dan mentaati proses hukum.

"Siapapun tidak boleh membangun narasi menyesatkan, apalagi mengarahkan tuduhan seakan akan hukum dan keadilan berada di tempat yang berbeda. Itu adalah narasi sesat dan pikiran sesat," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Mejelis Tinggi Partai Demokrat SBY mengatakan uang bisa membeli banyak hal. Namun tidak berarti bagi keadilan. Pasalnya kata SBY, uang tidak bisa membeli keadilan.

Hal ini dikatakan SBY, lantaran Yusril Ihza Mahendra telah ditunjuk menjadi kuasa hukum kubu Moeldoko yang menggugat AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung (MA).

"Money can buy many things, but not everything. Mungkin hukum bisa dibeli, tapi tidak untuk keadilan," ujar SBY.

Presiden RI ke-6 ini meyakini penegak hukum di Indonesia memiliki integritas kuat tidak bisa diintervensi oleh apapun. Sehingga para penegak hukum harus berjuang demi keadilan semua orang.

"Sungguhpun saya masih percaya pada integritas para penegak hukum, berjuanglah agar hukum tidak berjarak dengan keadilan," katanya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore