
Photo
JawaPos.com - Partai Masyumi kembali mendeklarasikan diri dan bakal menjadi bagian dari kancah perpolitikan di Indonesia. Lahirnya kembali partai Islam berlambang bulan sabit itu menuai respons dari berbagai kalangan politikus nasional.
Salah satunya, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ahmad Basarah menyambut baik hadirnya Partai Masyumi ini yang disebutnya sebagai kekuatan sosial politik baru.
"Baik ormas maupun partai politik sepanjang proses didirikannya dan tujuan perjuangan politiknya sesuai dengan prinsip-prinsip bernegara yang sudah menjadi konsensus nasional bangsa Indonesia," ujar Basarah kepada wartawan, Senin (9/11).
Menurut Basarah, kehadiran partai politik adalah sebagai mitra berdemokrasi dalam menjalankan roda pemerintahan yang ada. Sehingga itu akan menjadikan demokrasi di Indonesia sehat.
"PDIP akan menempatkan kehadiran parpol-parpol baru sebagai bagian dari kreativitas elemen bangsa Indonesia yang akan menjadi mitra berdemokrasi yang sehat dan partner dalam pembangunan bangsa yang saling melengkapi agar demokrasi kita semakin berkualitas," katanya.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
