Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Agustus 2020 | 01.01 WIB

PDIP: Tidak Ada Perlakuan Istimewa Bagi Gibran di Sekolah Partai

DARI MARTABAK KaE PILWALI: Gibran berorasi sebelum mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota Solo di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Kamis (12/12). (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Solo) - Image

DARI MARTABAK KaE PILWALI: Gibran berorasi sebelum mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota Solo di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Kamis (12/12). (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Solo)

JawaPos.com - Walau berstatus sebagai putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming tak mendapatkan keistimewaan dalam kapasitasnya sebagai calon wali kota Solo. Ia dibaurkan bersama ratusan peserta Sekolah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) gelombang pertama menuju Pilkada Serentak 2020.

Di hadapan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto serta petinggi lain, dan semua calon kepala daerah lain, Gibran bahkan siap melakukan push up jika dianggap melanggar aturan kedisiplinan sekolah tersebut.


Hal itu terungkap dalam dialog diantara Gibran dengan Sekjen Hasto Kristiyanto sebelum pelaksanaan pembukaan sekolah partai itu, yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (21/8).

Awalnya, Hasto bertanya kepada Gibran soal tata rambut Gibran yang baru dipotong. Barulah kemudian Hasto bertanya soal kesiapan mengikuti sekolah partai.

"Siap Pak. Saya sudah tidak sabar untuk menyerap ilmu dari para senior senior Partai," jawab Gibran.

Lebih lanjut, Hasto menjelaskan, akibat pandemi Covid-19, sekolah partai kali ini berbeda dengan sekolah di tahun sebelumnya yang dilaksanakan di Wisma Kinasih Depok. Dahulu, setiap peserta wajib bangun jam 05.00 pagi untuk ikut olahraga. Setelahnya semua peserta akan bersama-sama digembleng di dalam kelas dari aspek ideologi.

"Jadi semua acara baru selesai jam 22.00 WIB dengan kepala sekolah yang begitu kokoh dengan disiplin tidak pernah membedakan seseorang karena semua berstatus peserta sekolah partai. Jadi mas Gibran siap memenuhi seluruh ketentuan disiplin?" tanya Hasto.

"Siap Pak," jawab Gibran.

Hasto lalu bertanya, apakah Gibran sudah menerima bahan materi awal berupa buku elektronik (e-book), dan Gibran mengakuinya. Baginya, e-book itu bahkan lebih praktis dibanding buku berbentuk hard copy.

Lalu Hasto meminta Gibran memberikan contoh kedisiplinan dalam melaksanakan sekolah partai itu.

"Nanti Mas Gibran juga harus memberikan contoh, tidak boleh on off, tetapi kemudian orangnya enggak ada. Itu juga enggak boleh," kata Hasto.

"Baik Pak," jawab Gibran.

"Yang penting Mas Gibran sudah siap ya. Sekolah kita ini tegas sekali ini. Kalau tidak disiplin harus push-up ini, siap gak mas?" tanya Hasto lagi.

"Siap Pak, Siap," jawab Gibran.

Ketua DPP PDIP bidang kehormatan Komaruddin Watubun, yang juga Kepala Sekolah Partai, juga menegaskan aturan kedisiplinan tersebut.

"Sekolah partai ini punya konsekuensi terberat jika aturan disiplin dilanggar. Maka itu DPP belum serahkan KWK. Kita mendisiplinkan diri selama sekolah partai ini. Ini membedakan sekolah di PDI Perjuangan dengan parpol lain. Selamat bergabung dan saya harap anda bisa menyesuaikan dengan tradisi PDI Perjuangan," kata Komaruddin dalam pernyataannya di hadapan para peserta.

Editor: Dimas Ryandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore