
Ketua Umum PDIP Megawati saat akan secara ceromonial melepas bantuan untuk korban gempa di Palu dan Donggala.
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Megawati Soekarnoputri menceritakan kisahnya saat mengalami gempa di Jepang. Saat itu, Ia dan keluarganya sedang liburan.
Megawati menuturkan, waktu itu keluarganya ingin makan di sebuah restoran cepat saji, namun tiba-tiba dirinya merasakan gempa bumi. Dia dan keluarga pun panik, namun warga Jepang tampak santai-santai saja.
"Anak saya ingin makan McD, kami di situ ada di lantai tiga, tahu-tahu bergoyang-goyang mereka (masyarakat Jepang) duduk saja sambil mengunyah, kita sudah panik banget," ujar Megawati di sela-sela pelepasan bantuan untuk gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, di DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta, Senin (8/10).
Megawati pun lantas bertanya ke rekannya yang ada di Jepang. Dari penjelasan itu didapatkan warga Jepang yang ada di restoran cepat saji tidak panik karena negaranya sudah memiliki peringatan dini. Misalnya ada gempa dengan kekuatan lebih dari 5 skala richter atau. Maka alarm peringatan dini berbunyi.
Sehingga apabila tidak ada alarm yang berbunyi maka gempa tersebut masih kecil, dan tidak perlu panik karena adanya goncangan.
"Jadi seluruh rakyat jepang sudah tahu ada gempa besar dan kecil. Karena jika sudah mendekati skala richter lima pasti ada sirine di seluruh wilayah," katanya.
Oleh sebab itu Megawati pun meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuat sistem peringatan dini di sejumlah daerah Indonesia. Mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Jepang.
"Jadi Pak Jokowi ini mengerti apa yang saya keluhkan. Ini bukan kampanye. Tapi kalau menang segara dibangun ini (sistem early warning)," ungkapnya.
Indonesia menurut Megawati sudah memiliki sistem peringatan dini. Namun tidak diperhatikan perawatannya. Sehingga ketika ada bencana gempa bumi atau tsunami sistem tersebut tidak bekerja.
"Saya sudah bicara ke Presiden bahwa ini tidak bisa selalu terulang karena tidak adanya kewaspadaan dengan sistem peringatan dini," paparnya.
Apalagi, lanjutnya, Indonesia merupakan wilayah yang dikelilingi oleh gunung berapi yang aktif. Sehingga dinamakan ring of fire. Dirinya juga khawatir Provinsi DKI Jakarta masuk dalam wilayah tak aman. Apalagi posisinya tak jauh dari selat Sunda, dan masih ada Gunung Krakatau yang aktif.
"Karena banyak peguningan berapi, yang di bawah laut juga namanya lempeng-lempeng sehingga disebut sesar. Itu pun harus diperhatikan," ujar Megawati.
Menurut Megawati, dirinya bukan untuk menakut-nakuti bencana gempa bumi ini. Tapi memang masyarakat perlu memiliki kewaspadaan yang tinggi. "Saya minta tolong Jakarta, apa persiapannya. Bukan mau bikin takut," ungkapnya.
Lebih lanjut Presiden Indonesia ke-5 ini mengatakan semua masyarakat juga perlu disadarkan Indonesia adalah negara yang di kelilingi oleh gunung berapi. Sehingga setiap waktu bisa timbul gempa bumi.
"Semua harus disadarkann dia hidup di sebuah negara yang retang dengan gempa. Jadi mereka yang hidup di sebuah negara yang penuh bencana alam sudah tahu dari awal adanya gempa," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022