
Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno saat ditemui di Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara, Minggu (11/8).
JawaPos.com – Kepastian ada tidaknya uang yang keluar dari Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno sudah terang. Sandi memastikan ada uang yang harus dia keluarkan meski tak secara vulgar menyebut angkanya. Namun, mantan Wagub DKI Jakarta itu menolak jika uang yang disediakannya disebut sebagai mahar politik untuk mendampingi Capres Prabowo Subianto.
Saat ditemui di Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara, Minggu (11/8), mantan Wakil Dewan Pembina Partai Gerindra itu menegaskan pemberian mahar tidak benar. Dia mengaku menjunjung segala peraturan yang berlaku. Dia tahu, masyarakat akan marah kalau ada hal-hal seperti itu.
“Tidak benar mahar karena semuanya harus sesuai Undang-Undang. Sekarang itu, kita harus pastikan tidak boleh ada lagi hanky-panky (ketidakjujuran, Red) dalam politik. Masyarakat marah kalau ada hanky-panky. Masyarakat merasa dibohongi, tidak bisa lagi,” terang dia.
Lebih lanjut Sandi mengatakan, bukan berarti tidak ada uang yang dikeluarkan untuk Pilpres 2019. Meski mengaku tak ada mahar, Sandi memastikan ada biaya tersendiri yang dia keluarkan untuk membiayai kampanye, tim pemenangan, dan partai pengusung yaitu PAN, PKS, dan Demokrat.
“Terbuka saja saya bilang ini ada biayanya. Bagaimana penyediaannya, saya bersedia untuk menyediakan sebagian dari biaya kampanye dan ada bantuan kepada tim pemenangan dan juga bantuan kepada partai pengusung. Itu yang menjadi komitmen kita,” papar Sandi.
Terkait uang Rp 500 miliar yang disebutkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief, Sandi berjanji akan membuktikan bahwa isu itu tidak benar. Usai tes kesehatan, Senin (13/8), dia akan mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan memperbaharui Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN).
“Saya besok akan ke KPK sore setelah tes kesehatan. Tentu satu, LHKPN harus diperbaharui, saya rutin tiga bulan lapor LHKPN,’’ kata Sandi.
Kemudian, Sandi juga akan memetakan rencana pembiayaan kampanye. Sebab menurutnya, biaya kampanye tidaklah sederhana sehingga harus didukung oleh logistik yang kuat.
“Jadi saya akan lapor ke KPK juga bahwa kita mencoba melakukan penyusunan anggaran (kampanye) seperti ini. Kira-kira sumbernya dari sini, karena saya ada LHKPN saya akan declare. Kira-kira saya sediakan agar semuanya terang benderang, jadi tidak ada yang ditutupi,” tutur Sandi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022