Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Mei 2026 | 01.04 WIB

Utang Pinjol Masyarakat Tembus Rp 101,3 Triliun, Sandiaga Uno Ingatkan Bahaya Gali Lubang Tutup Lubang

Menparekraf 2020-2024 sekaligus Pebisnis Sandiaga Salahuddin Uno saat menjadi pembicara dalam HSBC Business Update 2025 di Hotel Sheraton Surabaya, Rabu (25/6). (Alfian Rizal/Jawa Pos) - Image

Menparekraf 2020-2024 sekaligus Pebisnis Sandiaga Salahuddin Uno saat menjadi pembicara dalam HSBC Business Update 2025 di Hotel Sheraton Surabaya, Rabu (25/6). (Alfian Rizal/Jawa Pos)

JawaPos.com – Nilai outstanding pinjaman online (pinjol) masyarakat di Indonesia terus mengalami lonjakan. Per Maret 2026, total utang pinjol tercatat telah menembus Rp 101,3 triliun. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran meningkatnya masyarakat yang terjebak utang akibat tekanan ekonomi dan gaya hidup konsumtif.

Menanggapi fenomena tersebut, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membagikan sejumlah tips agar masyarakat tidak terjerat pinjol. Menurut Sandiaga, sulitnya mencari pekerjaan dan meningkatnya kebutuhan hidup sering kali membuat masyarakat mengambil jalan pintas tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjang.

Namun, Sandiaga menegaskan masyarakat jangan sampai menggunakan pinjaman baru untuk membayar utang lama. Menurutnya, kebiasaan gali lubang tutup lubang hanya akan memperbesar bunga dan memperparah kondisi finansial.

“Jangan pernah gali lubang tutup lubang. Jangan meminjam di aplikasi baru untuk membayar utang lama. Ini hanya akan melipatgandakan bunga dan membuat masalah semakin besar,” ujar Sandiaga Uno dalam akun Instagram pribadinya @sandiuno, Sabtu (9/5).

Lebih lanjut, dia juga menyarankan masyarakat mulai mendata seluruh pinjaman yang dimiliki, mulai dari jumlah utang, bunga, hingga jatuh tempo pembayaran agar kondisi keuangan lebih terkontrol.

Di sisi lain, Sandiaga mendorong masyarakat mencari tambahan penghasilan melalui berbagai peluang usaha digital. Salah satunya menjadi content creator dengan memanfaatkan telepon genggam.

“Tidak perlu alat mahal. Kalau hobi masak bikin konten resep, kalau suka otomotif bikin tips servis. Semakin banyak yang menonton dan terbantu, peluang pendapatan juga makin besar,” jelasnya.

Selain content creator, peluang lain yang dinilai menjanjikan adalah menjadi affiliator maupun reseller. Menurut Sandiaga, model usaha tersebut relatif minim modal dan dapat menjadi alternatif tambahan pemasukan.

Dia juga mengingatkan masyarakat terhadap risiko berat jika gagal membayar pinjol, mulai dari denda yang terus membengkak, teror penagihan, ancaman, hingga penyebaran data pribadi.

Oleh karena itu, Sandiaga meminta masyarakat lebih bijak mengatur keuangan dan menghindari jebakan pinjol maupun judi online yang dapat merusak kondisi ekonomi keluarga.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore