
Pengusaha sekaligus investor, Sandiaga Salahuddin Uno, menilai ekonomi hijau memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak utama perekonomian. (istimewa)
JawaPos.com - Gagasan ekonomi hijau atau green economy kini semakin menguat sebagai arah baru pembangunan global, termasuk di Indonesia. Konsep ini tidak semata berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menekankan keberlanjutan lingkungan serta penciptaan jenis pekerjaan baru yang dikenal sebagai green jobs.
Pengusaha sekaligus investor, Sandiaga Salahuddin Uno, menilai ekonomi hijau memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak utama perekonomian nasional ke depan. Ia menyebut kawasan Asia, termasuk Indonesia, berada pada posisi strategis berkat kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang melimpah.
"Asia memiliki 60 persen populasi dan keanekaragaman hayati dunia. Itu bukan kerentanan, tetapi potensi," ujarnya dalam acara Mutu Green Economic Series di Jakarta, Rabu (14/4).
Ia menambahkan bahwa melalui perpaduan inovasi, dukungan pembiayaan hijau, serta reformasi kebijakan, risiko akibat perubahan iklim justru dapat diubah menjadi peluang ekonomi baru.
Menurutnya, ekonomi hijau bukan sekadar tren, melainkan strategi jangka panjang menuju Indonesia yang lebih maju, dengan kemampuan mendorong pertumbuhan sekaligus membuka lapangan kerja masa depan.
Ruang lingkup ekonomi hijau mencakup berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan, pengelolaan limbah, kehutanan berkelanjutan, hingga ekonomi karbon. Dalam hal ini, pasar karbon menjadi salah satu peluang yang kian berkembang dan sudah memasuki tahap implementasi.
Di Indonesia sendiri, perdagangan karbon menunjukkan peningkatan signifikan dengan volume transaksi mencapai sekitar 700.000 ton CO₂ ekuivalen hingga pertengahan 2025.
Selain itu, potensi proyek berbasis alam seperti mangrove, lahan gambut, dan sektor kehutanan diperkirakan mencapai 13 miliar ton CO₂ ekuivalen, dengan nilai ekonomi sekitar USD 8 miliar per tahun atau setara kurang lebih Rp120 triliun.
Angka ini sejalan dengan berbagai kajian dari World Bank serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menyoroti besarnya peluang ekonomi dari solusi berbasis alam (nature-based solutions) di Indonesia.
Secara keseluruhan, hasil kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional bersama International Renewable Energy Agency menunjukkan bahwa potensi ekonomi hijau Indonesia, meliputi energi terbarukan, ekonomi karbon, serta pengelolaan sumber daya berkelanjutan, dapat mencapai sekitar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 triliun dalam jangka panjang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022