
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo saat ikut latihan perang.
JawaPos.com - Peta politik pemilihan presiden (Pilpres) 2019 masih cair. Meskipun sebagain ada yang meprediksi bahwa arena tahun depan hanya akan menjadi milik Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Namun, publik sepertinya masih butuh figur alternatif.
Munculnya figur alternatif itu juga diungkapkan oleh, Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio. Menurutnya daripada hanya dua jenis. Tentu publik ingin "menu prasmanan" di Pilpres mendatang.
Hendri mencontohkan, figur yang layak untuk bisa muncul di gelanggang pilpres 2019, salah satunya adalah mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli dan penuerus takhta Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Dua orang ini sering mengungkapkan berbagai hal yang akan dilakukan nanti pada saat menjadi RI 1 atau 2. Abraham Samad juga pernah menyampaikan (visi) itu, tapi tidak sesering AHY dan Rizal Ramli yang kerap bicara di forum internasional," kata Hendri kepada JawaPos, Rabu (13/6).
Meskipun pada faktanya saat ini, lanjut Hendri, program-program yang disampaikan para tokoh ini relatif masih seragam. Menyoal pembangunan ekonomi, kesejahteraan rakyat dan lain-lain. Karena teorinya, demokrasi itu akan langgeng dilaksanakan bila negara tersebut sukses melaksanakan tiga hal.
"Ketiganya adalah pemerataan ekonomi, hukum yang tidak adil, dan kedewasaan dalam berpolitik. Tiga poin inilah, menurut Hendri, yang harus menjadi fokus para calon pemimpin alternatif untuk memperbaiki bangsa," paparnya.
Lebih lanjut, Hendri menilai, sosok Rizal Ramli, AHY, Anies Baswedan, Abraham Samad, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi sudah mengkampanyekan hal itu.
TGB, kata Hendri kerap menyampaikan visi misi dalam dakwahnya. "Meski tidak mengatakan kalau saya terpilih nanti akan begini begitu, tapi dia sering menyampaikan bahwa Indonesia yang dia inginkan adalah akan seprti A, B, atau C," ujar dia.
Sementara, Rizal Ramli bisa dibilang paling lengkap, Samad banyak di hukum dan politik, Anies di politik, TGB lebih di agama toleransi, kalau AHY lebih banyak di panggung dan momen politik tertentu berpolitik.
"Justru sosok Gatot jarang sekali menyampaikan visinya di Publik. Memang pada beberapa kesempatan dia menyampaikan visi misinya kepada rakyat. Tapi yang sering dibicarakan pasti soal kehendak rakyat. Itu saja," pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
