
Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) pemenangan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mempertanyakan program revolusi mental Jokowi.
JawaPos.com - Orasi politik putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mempertanyakan program revolusi mental Joko Widodo (Jokowi) menjadi kontroversi. Partai politik di lingkaran Jokowi pun angkat suara.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ratu Dian menyebut, sebenarnya sudah banyak eksekuai program revolusi mental yang dilakukan oleh mantan Wali Kota Surakarta itu.
Misalnya, ungkap Ratu, pemerintah telah menerjunkan 34.000 pendamping desa.
Mereka ditugaskan khusus untuk mengubah perilaku aparat dan masyarakat. Di samping itu, mereka juga membantu pengelolaan dana desa secara akuntabel dan transparan.
"Maka cepat atau lambat perilaku akan mengarah pada niat besar revolusi mental yang dicanangkan oleh Jokowi," kata Ratu saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (10/6).
Ratu menuturkan, bagi Partai Golkar sebagian kebijakan Jokowi saat ini sudah berjalan baik, termasuk revolusi mental. Maka, untuk melengkapi seluruh janji politiknya, dirinya menginginkan jagoannya itu terpilih kembali di Pilpres 2019.
"Revolusi mental memang bentuknya tidak terlihat dengan kasat mata, karena itu out come-nya berwujud pada perubahan perilaku," ucap Ratu.
Saat disinggung mengenai kritik partai oposisi bahwa bangsa Indonesia di era kepemimpinan Jokowi cenderung terpolarisasi, Ratu menampik tudingan tersebut. Baginya, justru oposisi lah yang telah membuat revolusi mental menjadi terhambat.
"Yang membuat kubu menjadi terpolarisasikan, oposisi itu sendiri," pungkasnya.
Sebelumnya, AHY menyebut saat ini Presiden Jokowi hanya fokus kepada pembangunan infrastruktur. Padahal ada yang lebih penting yakni pembangunan manusia.
"Saudara-saudara, sebenarnya pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, sebagian besar rakyat menaruh harapan kepada program pembangunan manusia Indonesia," ujar AHY membuka pidato politik bertema 'Dengarkan Suara Rakyat' di JCC, Jakarta, Sabtu (9/6).
Putra sulung SBY itu lantas mempertanyakan program revolusi mental yang dahulu digagas Jokowi. Sebab gaungnya kini tak lagi terdengar.
"Ketika pemerintah saat itu berhasil membangun ribuan kilometer jalan, ratusan jembatan dan proyek infrastruktur lainnya, pantas kita patut bertanya, apa kabar revolusi mental?" tanya AHY.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
