
Presiden Jokowi
JawaPos.com - Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan elektabilitas PDI Perjuangan dan Preiden Joko Widodo (Jokowi) masih kuat. Hal ini terlihat dari dukungan pada PDI Perjuangan mencapai 27,6 persen atau menduduki posisi pertama dalam survei tersebut.
Empat partai politik besar lainnya cenderung mengalami penurunan atau stabil. Partai tersebut yaitu Golkar dengan perolehan 14,74 persen (Piileg 2014) turun menjadi 12,1 persen, Gerindra 11,81 persen (Pileg 2014) menjadi 8,9 persen, Demokrat 10,19 persen (Pileg 2014) menjadi 7,7 persen, serta PKB 9,04 persen (Pileg 2014) menjadi 6,3 persen.
Dirut SMRC, Djayadi Hanan memperkirakan jika PDIP tidak tersangkut skandal korupsi, krisis ekonomi, dan skandal moral, kemungkinan besar PDIP akan memperoleh suara jauh lebih besar pada Pemilu 2019 dibandingkan hasil pemilu 2014. SMRC menyatakan PDIP satu-satunya partai politik yang menunjukkan peningkatan dukungan suara secara signifikan. Pada Pemilihan Legislatif 2014, PDIP memperoleh suara 18,95 persen.
Hasil survei ini menunjukkan adanya potensi banyaknya pemilih berpindah ke partai politik lain dibandingkan pada Pileg 2014. Swing voter paling banyak ditemukan di Partai Demokrat 51 persen, PAN 50 persen, PPP dan Hanura masing-masing 47 persen, Gerindra 45 persen, Golkar 38 persen, sedangkan PKS 20 persen dan PDIP 23 persen.
"Fakta ini menunjukkan kesetiaan warga pada partai politik di Indonesia cenderung melemah. Dapat dikatakan, pemilih Indonesia terbuka dan menuntut partai bekerja lebih keras untuk meyakinkan mereka," ujar Djayadi di Jakarta, Selasa (2/1).
Dalam elektabilitas presiden, survei SMRC menunjukkan posisi Jokowi terus menguat. Survei ini menunjukkan masyarakat yang memilih Jokowi sebagai presiden berdasarkan pertanyaan semi terbuka (setelah ditampilkan lebih dari 30 nama calon presiden) mencapai 53 persen. Setelah sebelumnya, hanya mencapai 45,6 persen.
Di sisi lain, nama pesaing terdekat Jokowi hanyalah Prabowo yang memperoleh 18,5 persen suara. Ketika koresponden dihadapkan dengan dua pilihan, suara Jokowi semakin menguat seperti berikut:
Jokowi (64,1 persen) : Prabowo (27,1 persen)
Jokowi (72,6 persen) : Anies Baswedan (15,0 persen)
Jokowi (74,0 persen) : Gatot Nurmantyo (13,0 persen)
Jokowi (74,9 persen) : Agus Harimurti Yudhoyono (12,9 persen)
"Dari survei, masyarakat banyak yang setuju jika Prabowo dijadikan pendamping Jokowi sebagai calon wakil presiden. Sekitar 67 persen setuju Jokowi-Prabowo sebagai Capres-Cawapres 2019," kata Djayadi.
Survei nasional yang dilakukan SMRC pada 7-13 Desember 2017 dengan melibatkan 1.220 responden. Populasi dari survei tersebut adalah seluruh warga negara Indonesia yang sudah punya hak pilih dalam pemilu.
Responden yang dapat diwawancarai secara valid diketahui sebesar 1.059 atau 87 persen. Jumlah responden itu yang kemudian dianalisis. Sementara margin of error dari survei tersebut sebesar lebih kurang 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
