
Ilustrasi: PPP
JawaPos.com - Menjelang Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP), perdebatan mengenai figur yang tepat untuk memimpin partai berlambang Ka'bah periode 2025-2030 semakin mengemuka. Bahkan, diskursus calon ketua umum dari internal maupun eksternal partai Ka'bah semakin memanas.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menegaskan kriteria utama calon ketua umum mendatang merupakan sosok yang mampu menyatukan dan mengonsolidasi kekuatan politik internal partai. Mengingat, target PPP lolos parlemen pada Pemilu 2029.
“Karakter yang bisa menyatukan dan mengonsolidasi semua kekuatan politik di PPP. Itu kuncinya. Di 2029 PPP sangat potensial lolos karena ambang batas parlemen turun. Kunci selanjutnya mempertahankan mesin politik dan caleg yang maju di 2024 lalu,” kata Adi Prayitno kepada JawaPos.com, Jumat (19/9).
Menurutnya, meski pada Pemilu 2024 PPP gagal menembus parlemen, basis politik partai ini masih cukup solid. Dengan parliamentary threshold (PT) di bawah 4 persen, peluang PPP kembali memiliki wakil di Senayan terbuka lebar.
“Kuncinya caleg yang maju 2024 lalu maju kembali, plus mencari caleg potensial lain untuk meningkatkan perolehan suara. Kunci pileg itu ada di kekuatan caleg,” jelasnya.
Namun, Adi menekankan tantangan terbesar PPP bukan hanya soal elektoral, melainkan juga relevansi partai di tengah perubahan perilaku pemilih. Menurutnya, PPP perlu melakukan transformasi agar tetap sesuai dengan aspirasi umat Islam sekaligus modernisasi politik.
“Kedua, bisa memodifikasi sekaligus mentransformasi wajah Islam yang lekat dengan PPP dengan realitas pemilih yang mulai berubah total. Di sinilah PR besarnya,” ujar Adi.
Tak dipungkiri, muncul sejumlah nama dalam bursa calon ketua umum PPP seperti Plt Ketua Umum Mardiono, mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto, hingga mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, turut menjadi perhatian publik. Ia menekankan, setiap figur tentu memiliki peluang, namun semua kembali pada kesepakatan muktamar.
“Itu semua akan diputuskan dalam forum muktamar,” tegasnya.
Lebih jauh, Adi mengingatkan tradisi politik di PPP lebih mengedepankan kader internal untuk menduduki kursi ketua umum. Namun, regulasi di internal PPP lebih mengarah pada ketentuan calon ketua umum berasal dari kader partai sendiri.
“Tapi secara aturan sepertinya calon ketum dari internal partai,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Muktamar X PPP bakal digelar di Jakarta, pada 27-29 September 2025. Perhelatan itu digelar untuk menentukan posisi calon ketua umum PPP periode 2025-2030.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022