
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud. (Dok. MUI)
JawaPos.com - Tokoh senior Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud menyatakan kesiapan maju dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar mendatang.
Langkah ini dia ambil merespons aspirasi dan dorongan dari jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta para kiai dari berbagai daerah di Indonesia.
”Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah menyampaikan aspirasi secara publik. Saya dianggap bisa meneruskan, membawa organisasi keluar dari konflik, serta menjalankan roda organisasi dengan lebih baik ke depan,” ujar Kiai Marsudi dalam sebuah tayangan podcast ruang publik.
Dia menegaskan, seluruh perjalanan hidupnya tidak pernah lepas dari semangat khidmah (pengabdian). Oleh karena itu, ketika dorongan tersebut datang dari pengurus daerah, dia menyatakan kesiapan.
”Hidup saya ini tidak lepas dari khidmah. Ketika perjalanan menuju khidmah ini didukung cabang-cabang maupun wilayah, di mana saja dan kapan saja, kita siap. Jika kita memaknai hidup sebagai khidmah, tidak akan ada capeknya dan tidak akan ada keluh kesahnya, baik itu khidmah lil 'ilmi (pengabdian pada ilmu), khidmah lil 'ulama, hingga khidmah lil Nahdlatul Ulama. Kalau niatnya sudah begitu, saya yakin semuanya terasa ringan,” ungkap Kiai Marsudi.
Kiai Marsudi menambahkan pentingnya pengalaman berorganisasi secara berjenjang sebelum memimpin sebuah lembaga besar. ”Sebelum menjadi Ketua Umum, minimal harus terbiasa menjadi umumnya ketua. Kita sudah terbiasa melewati proses dari bawah agar memahami refleksinya. Jadi ketika ada masalah, insting dan sensorik organisasi kita sudah terlatih untuk melakukan perbaikan,” jelas Kiai Marsudi.
Dukungan terhadap Kiai Marsudi terus mengalir dari jajaran pengurus tingkat cabang. Ketua PCNU Kota Tual Juni Tamsil Kilwo menilai dinamika menjelang Muktamar membutuhkan figur pemimpin yang mampu membawa perubahan sekaligus menjaga independensi PBNU.
”Dari muktamar ke muktamar, selalu ada hal baik dan ada yang perlu diperbaiki. Di tengah dinamika elite PBNU saat ini, harapan kami ke depan adalah menghadirkan figur yang lebih baik dan amanah,” tutur Juni.
Menurut Juni, komunikasi intensif untuk menyatukan suara telah dilakukan bersama sejumlah PWNU dan PCNU di kawasan Indonesia Timur, meliputi Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022