
Prabowo dalam acara peluncuran Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7).
JawaPos.com - Presiden RI Prabowo Subianto tercatat dua kali menyebut istilah “serakahnomics”. Istilah ini pertama kali diucapkan oleh Ketua Umum Partai Gerindra ini di acara penutupan Kongres PSI 2025 di Surakarta, dan kedua di dalam perayaan Harlah ke-27 PKB di JCC Senayan, Jakarta.
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an menyakini, ucapan Prabowo bukan sebuah candaan. Melainkan pesan penting yang ingin dia sampaikan.
“Kalau sampai disampaikan dua kali di momentum acara yang berbeda, pastinya ada pesan politik yang maha penting,” kata Ali Rif’an, Selasa (29/7).
Dia menarik kesimpulan ada 3 hal penting yang ingin disampaikan Prabowo melalui kata tersebut. Pertama tentang semangat memberantas korupsi sebagai masalah krusial bangsa. Berdasarkan data BPS 2024, Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia sebesar 3,85 pada skala 0 sampai 5.
“Tentu yang pertama, Pak Prabowo memberikan pesan penting perang melawan korupsi. Prabowo yakin negara akan sulit maju jika korupsi masih ada di mana-mana. Apalagi indeks korupsi kita juga masih tinggi,” jelasnya.
Dosen FISIP UIN Jakarta itu mengatakan, kedua Prabowo ingin menyampaikan keberpihakannya kepada rakyat kecil dan mengatasi ketimpangan sosial. Sebab, kecurangan yang dilakukan oknum tertentu bisa menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.
“Bukan sekadar retorika politik. Namun ada pesan tentang upaya mengatasi ketimpangan dan keberpihakan pada rakyat kecil. Ini cara Presiden untuk menyindir para pelaku bisnis dan kekuasaan yang tamak, mengeruk untung banyak sembari menindas rakyat kecil, bahkan disebut sebagai vampir ekonomi yang menghisap darah rakyat,” imbuhnya.
Sementara yang ketiga, menurut Ali, adalah semangat menggenjot pertumbuhan ekonomi. Mengingat kondisi di Indonesia mengalami ketimpangan cukup besar karena 10 persen orang terkaya di Indonesia menguasai sekitar 60 persen kekayaan nasional. Padahal jika merujuk pada studi Dana Moneter Internasional (IMF) disebutkan, kalau misalnya pendapatan hanya meningkat di kelompok orang kaya, pertumbuhan ekonomi justru akan melambat.
“Yang ketiga adalah semangat menggenjot pertumbuhan ekonomi, ini menarik karena ada data yang menyebutkan jika pendapatan hanya meningkat di kelompok orang kaya, maka pertumbuhan ekonomi justru mengalami pelambatan. Jadi Presiden Prabowo punya visi untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dengan melakukan pemerataan pendapatan,” tegasnya.
Ali berharap pesan politik Presiden Prabowo itu juga dipahami dan diikuti oleh para pembantunya sehingga orkestrasi untuk perang melawan korupsi, mengatasi ketimpangan, dan upaya penggenjot pertumbuhan ekonomi, bisa berjalan beriringan dan akseleratif.
“Ya catatan saya, ini harus menjadi pemahaman dan atensi penting bagi para pembantu presiden, supaya orkestrasinya seirama,” ujarnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
