
Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung kawasan terdampak banjir di Perumahan Ciledug Indah 1, Kelurahan Pedurenan, Karang Tengah, Kota Tangerang, Jumat (11/7). (Setwapres)
JawaPos.com – Kemenyan selama ini dikenal lekat dengan dunia perdukunan. Tapi siapa sangka, di balik aroma khasnya, Kemenyan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Bahkan, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan rencana hilirisasi kemenyan di Indonesia. Hal itu ia sampaikan saat pembekalan kepada peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 68.
"Saya kapan hari itu ke Humbang Hasundutan membahas, di sana ada pusat research dan di sana kita menemukan yang namanya kemenyan. Saya pernah bicara itu masalah hilirisasi kemenyan. Banyak yang ketawa. Oh kemenyan buat dukun dan lain-lain," ujar Gibran dikutip dari YouTube Setwapres, Selasa (15/7).
Padahal, lanjut Gibran, potensi ekonomi dari kemenyan sangat besar. Sayangnya, komoditas ini selama bertahun-tahun hanya diekspor dalam bentuk mentah. Gibran menyebut, kemenyan sama berharganya dengan komoditas Nikel.
"Salah. Kemenyan itu sama berharganya dengan nikel. Tapi dari dulu, ya sekali lagi kita dari dulu jualnya jual mentah," tegasnya.
Gibran menyebut kemenyan sudah masuk ke dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari, terutama di kalangan ibu-ibu pejabat yang memakai parfum mewah seperti Gucci dan Louis Vuitton (LV).
"Ibu-ibu yang pakai parfum LV, Gucci dan lain-lain, itu dari kemenyan. Kita jualnya mentah terus, makanya kita dorong anak-anak muda untuk research," katanya.
Untuk itu, Gibran mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam riset dan pengembangan komoditas lokal, termasuk kemenyan. Ia memastikan dukungan pemerintah dalam menyediakan fasilitas dalam melakukan riset.
"Kita sediakan tempat yang baik untuk research. Alat-alat terkini, hilirisasi. Ini bukan hanya hilirisasi nikel dan lain-lain," ucapnya.
Gibran juga mengungkap rencana besar Presiden Prabowo Subianto yang akan meresmikan pusat riset tahun ini.
"Ada yang namanya hilirisasi kemenyan. Dan masih banyak lagi yang saya temukan di sana. Insya Allah tahun ini pusat research itu akan diresmikan oleh Pak Presiden," imbuhnya.
Secara nilai pasar global dan industri, kemenyan belum bisa disetarakan dengan nikel. Keduanya juga fungsi dan kegunaan yang berbeda dan tidak bisa disamakan.
Namun dalam konteks hilirisasi dan pengolahan produk turunan, kemenyan bisa menjadi komoditas bernilai tinggi di sektor herbal, kosmetik, dan aromaterapi.
Mungkin saja pernyataan Gibran bersifat retoris agar menggugah publik dan investor melihat potensi tersembunyi dari komoditas lokal yang selama ini dianggap “mistis”.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
