Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep dalam acara pembekalan calon legislatif terpilih PSI di Jakarta, Jumat (27/4/2024).
JawaPos.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah bersiap menggelar Pemilu Raya untuk memilih ketua umum partai melalui sistem one man one vote. Mekanisme itu memungkinkan seluruh anggota PSI di Indonesia untuk memberikan suara secara langsung dan menjadikan itu sebagai salah satu proses demokrasi internal yang jarang diterapkan di partai politik Tanah Air.
Namun, menjelang proses pemilihan tersebut, muncul dinamika di internal, khususnya di Jawa Timur. Para kader mulai terbelah dalam dua pandangan besar: sebagian mendukung agar PSI tetap sejalan dengan arah politik mantan Presiden Joko Widodo. Ada pula memilih mendukung kemandirian partai di bawah kepemimpinan Kaesang Pangarep.
Kaesang merupakan Ketua Umum PSI saat ini menegaskan kesiapannya mengikuti mekanisme pemilihan dan menolak keterlibatan pihak luar, termasuk nama Jokowi dalam urusan internal partai. “PSI bukan partai keluarga. Ini partai anak muda yang terbuka. Siapa pun bisa mencalonkan diri, asalkan memenuhi syarat dukungan struktur,” kata Kaesang dalam pernyataannya.
Sementara itu, Ketua DPW PSI Jawa Timur Bagus Panuntun menilai perbedaan pandangan sebagai hal wajar dalam partai yang menganut sistem demokrasi. Menurutnya, perbedaan justru menandakan bahwa PSI sedang berkembang. “Perdebatan adalah dinamika sehat. Demokrasi bukan tentang keseragaman berpikir, tapi soal menghargai perbedaan,” ujarnya.
Pemilu Raya PSI mensyaratkan setiap calon ketua umum untuk mengantongi dukungan minimal dari lima Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 20 Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
Meski terjadi perbedaan sikap di internal, para pengamat melihatnya sebagai proses pendewasaan partai. Perdebatan antara kubu yang loyal pada Jokowi dan kubu pendukung kemandirian Kaesang mencerminkan bahwa PSI sedang membangun identitas politiknya sendiri.
Hasil Pemilu Raya nanti akan menentukan ke arah mana PSI akan melangkah—tetap berada dalam pengaruh politik Presiden Jokowi atau memilih jalur yang lebih mandiri di bawah kepemimpinan generasi muda.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
