Presiden Amerika Serikat, Donald Trump umumkan tarif impor baru ke berbagai negara (Dok. Reuters/Carlos Barria)
JawaPos.com - Anggota Komisi VI DPR Firnando H. Ganinduto menilai kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bakal berdampak buruk bagi Indonesia. Ia meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah antisipatif sebelum berdampak luas terhadap perekonomian Indonesia.
Termasuk melakukan negosiasi lagi dengan mitra-mitra datang selain AS terutama terkait sektor-sektor yang selama ini ekspor ke AS.
"Ini kebijakan yang baik untuk AS tapi tidak baik untuk kita, dampaknya pasti besar dan akan ada balasan dari negara-negara maju yang mengakibatkan perang dagang yang di mana tidak baik untuk dunia. Jadi, harus ada negosiasi tingkat tinggi melalui perjanjian dagang antara negara sebelum berdampak luas terhadap perekonomian Indonesia," kata Firnando kepada wartawan, Kamis (3/4).
Menurut Firnando, pemerintah bisa saja tetap melakukan negosiasi terlebih dahulu dengan pemerintah AS terkait kebijakan tarif Donald Trump ini. Jika tidak berhasil, maka pemerintah harus melakukan negosiasi dengan negara mitra dagang lain agar sektor-sektor ekspor ke AS, tetap mendapatkan tarif lebih rendah.
"Kalau pun kita tidak berhasil menegosiasikan ini dengan Amerika, maka pemerintah juga harus bisa bernegosiasi atau cari jalan keluar untuk industri-industri yang diekspor ke Amerika itu, supaya mendapatkan tarif lebih rendah di tempat-tempat negara lain. Sehingga industri-industri yang ekspor ke AS ini tetap berjalan, jangan sampai terdampak, karena satu dua persen itu sangat berarti sekali untuk mereka," ucap Firnando.
Lebih lanjut, Firnando mengatakan, dirinya dulu pernah mengingatkan mitra Komisi VI DPR, yakni Menteri Perdagangan Budi Santoso agar tarif barang-barang Indonesia ke AS, tidak boleh terlalu tinggi, terutama garmen yang banyak diekspor ke AS.
"Dampaknya pasti besar ini (kebijakan tarif Trump). Waktu itu juga saya pernah bilang dengan Menteri Perdagangan, tarif masuk ke Amerika itu tidak boleh tinggi-tinggi karena garmen kita lumayan banyak ekspor ke sana sehingga seperti ini, ekspor kita otomatis terdampak lagi, apalagi di dunia lokal, garmen kita sudah parah," pungkas Firnando.
trumpBaca Juga: Tanggapan Kemlu RI soal Tarif Resiprokal 32 Persen yang Diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump
Sebagaimana diketahui, Donald Trump mengumumkan akan memberlakukan tarif dasar sebesar 10 persen untuk semua impor ke negara AS. Bahkan, tarif yang lebih tinggi untuk sejumlah negara mitra dagang, termasuk Indonesia.
Adapun, kebijakan tarif balasan ini diberlakukan sebesar 34 persen untuk China dan 20 persen untuk Uni Eropa, sebagai respons terhadap bea masuk yang diberlakukan pada produk-produk AS. Sedangkan untuk Indonesia sebesar 32 persen dan tarif tertinggi terlihat akan diberlakukan kepada Vietnam sebanyak 46 persen.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
