JawaPos.com - Politikus senior PDI Perjuangan Emir Moeis memastikan, kader partai berlambang banteng akan tetap solid mendukung Megawati Soekarnoputri untuk kembali menduduki jabatan Ketua Umum PDIP. Menurutnya, sampai saat ini belum ada sosok yang mampu menggantikan kepemimpinan Megawati.
Tak hanya itu, Emir Moeis juga tetap mendukung Hasto Kristiyanto yang dinilai masih pantas untuk menempati jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP. Pernyataan ini disampaikan Emir menjelang Kongres VI PDIP yang rencananya akan digelar pada April 2025.
"Kalau yang mau gantikan ya harus sanggup seperti Bu Mega, dan sementara saya lihat masih bisa Bu Mega," kata Emir ditemui di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat malam (10/1).
Mantan Anggota DPR RI ini juga menilai, meskipun Megawati tidak lagi menjabat sebagai Presiden ke-5 RI, masih berperan besar dalam menjaga keutuhan NKRI.
“Enggak menikmati hiruk pikuk bunga-bunga reformasi dan sebagainya. Tapi justru kita yang menjaga,” ucapnya.
Sementara Emir menilai, Hasto diibaratkan sebagai jangkar kapal yang dinakhodai oleh Megawati. Ia meyakini, Hasto berperan penting agar kapal besar NKRI tidak terombang-ambing oleh pengaruh buruk seperti kapitalisme, neoliberalisme, maupun komunisme.
“Karena bagaimanapun Pak Hasto itu pendamping Ibu, bagaikan jangkar. Ibu itu nakhoda, bukan hanya jangkar partai, tapi NKRI, supaya kapal tidak oleng,” ujar politikus asal Kalimantan Timur ini.
Kendati saat ini Hasto tersandung perkara hukum di KPK, Emir tetap meyakini Hasto pantas menjadi Sekjen DPP PDIP ini. Ia membandingkannya dengan Nelson Mandela yang tetap memimpin Afrika Selatan dari dalam penjara, saat dituduh melakukan sabotase dan bersekongkol menggulingkan pemerintahan.
“Pak Hasto tetap harus jadi Sekjen. Kalau kita dalam keadaan terpuruk, misalnya dia ditahan, dia tetap bisa jadi Sekjen. Nelson Mandela aja dari penjara bisa mimpin Republik Afrika Selatan, kenapa kita enggak bisa?” pungkasnya.