Ruben Amorim (kanan) & Mikel Arteta (kiri) akan berduel pada hari Minggu (11/1) saat Asenal vs Manchester United di ajang Piala FA. (John Walton/PA Images via Getty Images)
JawaPos.com - Pelatih kepala Arsenal, Mikel Arteta meyakini Manchester United akan tampil berbeda dalam pertandingan putaran ketiga Piala FA pada Minggu (12/1) saat timnya menjamu Setan Merah di Stadion Emirates.
Meski Arsenal mampu menodai debut Amorim di Liga Inggris saat Arsenal berhasil menumbangkan Manchester United 2-0 pada 4 Desember 2024 lalu, Mikel Arteta tetap was-was menghadapi Setan Merah.
Setelah jadwal pada dilalui Ruben Amorim bersama Manchester United Desember lalu, pelatih asal Portugal tersebut menemukan waktu untuk memperbaiki dan mempersiapkan skuadnya, menyusul keberhasilan menaham imbang Liverpool 2-2 di Anfield.
Sementara itu, Arsenal harus menelan kekalahan pahit di laga terakhirnya di markas mereka sendiri dari Newcastle United dengan skor 0-2 pada semifinal leg pertama Piala Carabao.
Melansir dari ESPN, kekhawatiran Mikel Arteta tentang pertandingan ini karena dampak positif yang diberikan nahkoda baru Setan Merah tersebut. Ruben Amorim memberi latihan tambahan untuk timnya dan penampilan terakhir mereka termasuk sangat memuaskan.
“Ya (anda dapat melihat perbedaannya) memang benar mereka bermain sedikit berbeda dengan skuad yang banyak di ubah di posisi tertentu,” ujar Mikel Arteta saat konferensi pers pada Jumat (9/1) lalu waktu setempat.
“Pertandingan terakhir tim juga dapat menentukan pertandingan nantinya. Perubahan penyerangan di kedua sisi dan lini belakang mereka membuat mereka memiliki banyak ancaman dari berbagai sisi.
Arteta juga membandingkan tugasnya selama lima tahun bersama The Gunners dengan Ruben Amorim di United baru-baru ini.'
“Ruben memiliki lebih banyak pengalaman daripada saya. Jadi dia dalam kondisi yang lebih baik serta sekarang sudah tidak ada COVID-19, jadi saya pikir dia memiliki opsi yang lebih baik dalam hal ini,“ ujar pelatih 42 tahun tersebut.
“Ini sangat sulit, karena perlu banyak waktu untuk menerapkan ide-ide yang Anda miliki. Terutama bagaimana cara Anda bermain dan menjelaskannya kepada pemain. Ketika kita memiliki banya pertandingan, itu akan rumit jadi saya akan memahaminya.
“Tim menunjuk satu manajer pasti memiliki sebuah alasan. Alasannya berbeda-beda. Kadang untuk meningkatkan performa sebuah tim dan juga untuk meningkatkan pemain tertentu saja.
“Kadang-kadang tujuannya untuk mengubah klub sepak bola. Itu adalah dimensi pekerjaan yang sangat berbeda. Jika saya harus memahami pekerjaan saya, itu lebih ke arah apa yang saya sebutkan sebelumnya,” pungkasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
