
Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun berkeyakinan, kebijakan Presiden Joko Widodo menggenjot infrastruktur, khususnya jalan tol akan mampu memacu perekonomian.
JawaPos.com - Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun berkeyakinan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo menggenjot infrastruktur, khususnya jalan tol, akan mampu memacu perekonomian. Karenanya, masyarakat Indonesia harus bangga dengan gebrakan kebijakan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Hal itu diungkapkan Misbakhun saat menggelar acara Ngopi Bareng, Kita Jokowi di Paradigma Cafe, kompleks kantor DPD I Golkar DKI, Cikini, Jakarta Pusat.
Dalam diskusi santai itu, Misbakhun menjelaskan banyak hal tentang kaitan infrastruktur dengan pertumbungan ekonomi. Termasuk peenjelasan soal pertumbuhan ekonomi membutuhkan proses produksi.
"Bayangkan begitu kita tumbuh ekonominya pasti kita butuh pendukung proses produksi. Pertama butuh listrik, begitu kapasitas produksi ditingkatkan, mesin dimasukkan maka butuh butuh transportasi dan logistik. Apakah pendukung jalan sudah ada memadai?" ujar Misbakhun di hadapan sekitar 50 orang peserta dialog.
Hanya saja, diakui Legislator Golkar itu, pemerintah tentu tak bisa sendirian membangun infrastruktur. Karena itu, pemerintah melibatkan kalangan swasta.
Salah satu jurus pemerintah membujuk swasta agar mau membiayai proyek infrastruktur adalah memberikan insentif.
“Kamu (investor swasta, Red) saya kasih kesempatan buat jalan dan kamu bisa menarik biaya ke setiap orang yang melewatinya,” ujarnya memberi contoh.
Dia lantas mencontohkan jalan di Pantura Pulau Jawa yang menjadi jalur penting bagi perekonomian. Namun, jalur itu makin padat sehingga sering mengakibatkan kemacetan yang tidak efektif dan efisien secara ekonomi.
"Seperti di jalan Pantura tidak ada alternatif lain dan biayanya tinggi ya mau tidak mau bangun jalan tol. Kalau ingin lancar, cepat maka ini (tol, Red) solusinya,” tegasnya.
Contoh lain adalah jalur kereta. Saat ini pemerintah menggenjot pembangunan jalur ganda atau double track. “Kita sudah punya jalur kereta double track dan kita masih butuh kereta supercepat. Itu perlu sebagai simbol negara maju," tegasnya.
Dia menambahkan, Indonesia juga harus membangun infrastruktur yang bisa menjadi simbol sebagai negara maju. Apalagi negara tetangga di ASEAN juga sudah menunjukkan hal itu.
Sebagai contoh Bangkok, Thailand yang sudah memiliki jalur kereta bawah tanah atau subway sejak 2004. Kuala Lumpur di Malaysia juga sudah punya Light Rail Transit (LRT) sejak sebelum 2000.
“Nah Indonesia bagaimana? Ini harus diberikan dukungan. Masa kita berdesakan di Metromini, Kopaja. Maka ini yang harus kita dukung," tegasnya.
Misbakhun justru menganggap sindiran yang menyebut pemerintahan Presiden Jokowi sebagai rezim tol merupakan hal positif. Menurutnya, membangun karakter negara harus diwujudkan dengan infrastruktur yang bagus.
“Ini bisa memengaruhi imajinasi dunia bahwa Indonesia adalah negara yang maju. Maka sebutan rezim tol ini adalah sesuatu yang membanggakan," pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
