Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Desember 2024 | 18.19 WIB

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Ungkap Banyak Kader Banteng Diserang Personal Usai Pemecatan Jokowi

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Narda Margaretha Sinambela/Antara)

 
 
JawaPos.com-Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Pusat Partai Andi Widjajanto diisukan melakukan perselingkuhan. Dugaan kabar tidak mengenakan itu ramai menjadi pembicaraan di media sosial.
 
 
Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus mengakui terdapat serangan secara personal setelah partai berlambang banteng memecat Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution dari keanggotaan partai. Termasuk juga kabar tak sedap menimpa Deddy Sitorus, yang diduga menerima gratifikasi berupa penggunaan helikopter mewah.
 
"Sudah menangkap sendiri bahwa eskalasi serangan terhadap PDIP perjuangan ini, baik sebagai partai lewat sepanduk-sepanduk, maupun terhadap itu lewat kasus-kasus hukum. Itu kesimpulan teman-teman media sendiri bahwa eskalasinya memang meningkat ya," kata Deddy Sitorus di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/12) malam.
 
"Kemudian kita juga melihat bahwa serangan ini tadi seperti disampaikan, pertanyaan tadi sudah beruntun nih, dari Mas Andi Widjajanto, kepada Pak Sekjen, kepada saya. Nanti mungkin besok Bung Ronny, setelah itu mungkin Bung Adian, setelah itu entah siapa lagi dari PDI perjuangan. Ini saya kira kami siap hadapi," sambungnya.
 
Ia menduga, serangan personal terhadap para elite PDIP digerakkan oleh pihak-pihak yang mempunyai kekuasaan. Ia pun mengklaim mempunyai bukti dugaan tersebut.
 
"Sejuta persen kami percaya ini digerakkan oleh mereka yang punya kekuasaan. Kami tahu dan kami punya bukti-buktinya," ucap Deddy.
 
"Tapi kalau Anda mau tahu siapa yang bermain silahkan tanya sama yang melapor itu, contohnya. Silakan tanya kepada akun Partai Socmed, silahkan tanya kepada akun Intel_imut, gitu ya. Siapa yang menggerakkan mereka semua," tambahnya.
 
Lebih lanjut, Deddy memastikan pihaknya akan siap menghadapi serangan-serangan tersebut. Ia menegaskan, pihaknya tidak mempunyai beban apapun.
 
"Kami akan hadapi, karena kami tidak akan berani berdiri di sini, kalau kami punya beban apapun. Itu clear," tegas dia. (*)
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore