Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Februari 2026 | 17.48 WIB

Orang yang Mendefinisikan Kesuksesan Secara Personal Memiliki 8 Ciri yang Diabaikan oleh 85% Masyarakat Menurut Psikologi

seseorang yang mendefinisikan kesuksesan secara personal./Freepik/simonapilolla - Image

seseorang yang mendefinisikan kesuksesan secara personal./Freepik/simonapilolla

JawaPos.com - Di era media sosial, standar kesuksesan sering kali terlihat seragam: jabatan tinggi, penghasilan besar, rumah mewah, dan pengakuan publik. Namun dalam dunia psikologi, terdapat perspektif berbeda.

Banyak ahli, termasuk Abraham Maslow dan Carl Rogers, menekankan bahwa kesuksesan sejati lebih berkaitan dengan pertumbuhan diri dan pemenuhan makna hidup dibanding sekadar pencapaian eksternal.

Konsep ini juga diperkuat oleh teori Self-Determination dari Edward Deci dan Richard Ryan, yang menjelaskan bahwa motivasi intrinsik (dorongan dari dalam diri) menghasilkan kepuasan dan kesejahteraan yang lebih mendalam dibanding motivasi ekstrinsik (dorongan dari luar).

Dilansir dari Geediting pada Selasa (17/2), orang yang mendefinisikan kesuksesan secara internal — berdasarkan nilai, makna, dan standar pribadinya — sering kali memiliki ciri-ciri yang justru kurang dihargai oleh mayoritas masyarakat. Berikut adalah delapan ciri tersebut.

1. Tidak Terobsesi dengan Validasi Sosial

Mereka tidak menjadikan pujian, jumlah “like”, atau pengakuan publik sebagai tolok ukur utama keberhasilan. Bukan berarti mereka anti-sosial, tetapi harga diri mereka tidak bergantung pada opini orang lain.

Secara psikologis, ini menunjukkan self-worth yang stabil. Mereka tahu siapa diri mereka tanpa perlu pembuktian terus-menerus.

Alih-alih mengikuti definisi sukses versi keluarga, budaya, atau media, mereka menetapkan standar sendiri. Standar ini biasanya berkaitan dengan pertumbuhan, kontribusi, atau kualitas hidup.

Menurut pendekatan humanistik dalam psikologi, individu seperti ini cenderung lebih dekat pada konsep self-actualization yang dipopulerkan oleh Abraham Maslow.

3. Fokus pada Proses, Bukan Hanya Hasil

Banyak orang terjebak pada hasil akhir: promosi jabatan, angka penjualan, atau penghargaan. Sebaliknya, individu dengan definisi sukses internal menikmati proses belajar dan berkembang.

Penelitian dalam psikologi positif menunjukkan bahwa keterlibatan mendalam dalam proses (sering disebut sebagai kondisi flow) justru meningkatkan kebahagiaan jangka panjang.

4. Tidak Mudah Membandingkan Diri

Mereka memahami bahwa setiap orang memiliki jalur hidup berbeda. Perbandingan sosial berlebihan sering kali memicu kecemasan dan rasa tidak cukup.

Orang dengan orientasi internal cenderung melakukan evaluasi diri berdasarkan perkembangan pribadi, bukan berdasarkan pencapaian orang lain.

5. Berani Mengambil Keputusan yang Tidak Populer

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore