
seseorang yang mendefinisikan kesuksesan secara personal./Freepik/simonapilolla
JawaPos.com - Di era media sosial, standar kesuksesan sering kali terlihat seragam: jabatan tinggi, penghasilan besar, rumah mewah, dan pengakuan publik. Namun dalam dunia psikologi, terdapat perspektif berbeda.
Banyak ahli, termasuk Abraham Maslow dan Carl Rogers, menekankan bahwa kesuksesan sejati lebih berkaitan dengan pertumbuhan diri dan pemenuhan makna hidup dibanding sekadar pencapaian eksternal.
Konsep ini juga diperkuat oleh teori Self-Determination dari Edward Deci dan Richard Ryan, yang menjelaskan bahwa motivasi intrinsik (dorongan dari dalam diri) menghasilkan kepuasan dan kesejahteraan yang lebih mendalam dibanding motivasi ekstrinsik (dorongan dari luar).
Baca Juga: Percy Jackson Season 3 Tambah Jajaran Cast Baru, Ming Na Wen hingga Jennifer Beals Bergabung
Dilansir dari Geediting pada Selasa (17/2), orang yang mendefinisikan kesuksesan secara internal — berdasarkan nilai, makna, dan standar pribadinya — sering kali memiliki ciri-ciri yang justru kurang dihargai oleh mayoritas masyarakat. Berikut adalah delapan ciri tersebut.
1. Tidak Terobsesi dengan Validasi Sosial
Mereka tidak menjadikan pujian, jumlah “like”, atau pengakuan publik sebagai tolok ukur utama keberhasilan. Bukan berarti mereka anti-sosial, tetapi harga diri mereka tidak bergantung pada opini orang lain.
Secara psikologis, ini menunjukkan self-worth yang stabil. Mereka tahu siapa diri mereka tanpa perlu pembuktian terus-menerus.
Baca Juga: 8 Hal yang Mulai Dilakukan Perempuan Ketika Mereka Berhenti Percaya Hal-Hal Baik Akan Terjadi pada Mereka Menurut Psikologi
2. Memiliki Standar Pribadi yang Jelas
Alih-alih mengikuti definisi sukses versi keluarga, budaya, atau media, mereka menetapkan standar sendiri. Standar ini biasanya berkaitan dengan pertumbuhan, kontribusi, atau kualitas hidup.
Menurut pendekatan humanistik dalam psikologi, individu seperti ini cenderung lebih dekat pada konsep self-actualization yang dipopulerkan oleh Abraham Maslow.
3. Fokus pada Proses, Bukan Hanya Hasil
Banyak orang terjebak pada hasil akhir: promosi jabatan, angka penjualan, atau penghargaan. Sebaliknya, individu dengan definisi sukses internal menikmati proses belajar dan berkembang.
Penelitian dalam psikologi positif menunjukkan bahwa keterlibatan mendalam dalam proses (sering disebut sebagai kondisi flow) justru meningkatkan kebahagiaan jangka panjang.
4. Tidak Mudah Membandingkan Diri
Mereka memahami bahwa setiap orang memiliki jalur hidup berbeda. Perbandingan sosial berlebihan sering kali memicu kecemasan dan rasa tidak cukup.
Orang dengan orientasi internal cenderung melakukan evaluasi diri berdasarkan perkembangan pribadi, bukan berdasarkan pencapaian orang lain.
5. Berani Mengambil Keputusan yang Tidak Populer

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
