Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Agustus 2024 | 04.23 WIB

Wacana Ridwan Kamil Terkait Net Zero Lifestyle Disebut Sudah Banyak Diterapkan di Kota-kota Besar Dunia

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Ridwan Kamil bersama bakal calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Suswono saat Deklarasi Cagub dan Cawagub DKI Jakarta di Jakarta, Senin (19/8/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 
JawaPos.com - Bakal calon gubernur (cagub) Jakarta Ridwan Kamil berwacana mengubah gaya hidup menjadi net zero lifestyle untuk mengatasi perubahan iklim. Ahli Perencanaan Kota, Bernardus Djonoputro menyatakan bahwa konsep tersebut sudah menjadi tren dunia.
 
Ia mengungkapkan, Jakarta sebagai salah satu kota besar di Indonesia, harus memulai langkah untuk mengadopsi konsep tersebut. Selain menyediakan hunian untuk masyarakat, konsep itu sejalan dengan semangat mencapai net zero carbon.
 
"Sekarang yang menjadi tren dunia itu kota-kota yang semakin compact dan semakin efisien. Untuk itu, setiap kota harus punya pemukiman atau perumahan yang terjangkau oleh semua strata masyarakat,” kata Bernardus kepada wartawan, Senin (26/8).
 
 
Ia menjelaskan, konsep mixed use building merupakan solusi yang tepat bagi kota sebesar Jakarta. Menurutnya, harga lahan dan tanah yang semakin mahal, diyakini mampu diatasi dengan membangun mixed use building di tengah kota. 
 
"Karena harga lahan semakin tinggi dan keterbatasan lahan, maka cara untuk mendapatkan perumahan adalah dengan membangun hunian vertikal,” ucap Bernardus. 
 
Dia mengakui, itu tidak bisa dilakukan di setiap tempat. Namun, ia melihat banyak lokasi di Jakarta yang bisa dimaksimalkan untuk menghadirkan mixed use building. 
 
Bernadus mencontohkan, aset-aset milik Pemerintah Daerah Jakarta. Seperti pasar, bisa dimaksimalkan untuk membangun mixed use building. 
 
 
"Itu kan potensi ya. Pasarnya tetap, bahkan pasarnya menjadi lebih rapi, tidak lagi becek. Dan fungsi ruangnya dinaikan ke atas, tergantung luas lahan, ditambah dengan mengkonsolidasi lahan di sekitarnya mungkin bisa tiga sampai empat tower,” jelas dia. 
 
Dengan begitu, Pemerintah Daerah Jakarta bisa menghadirkan hunian yang layak, murah, dan inklusif untuk masyarakat dari berbagai kelas sosial. 
 
”Yang namanya kota itu selalu harus inklusif dan selalu harus bisa dihuni oleh berbagai kelas sosial. Jadi, tidak eksklusif hanya untuk orang kaya saja. Kota yang baik adalah kota yang mempunyai ruang-ruang bagi kelas atas, kelas menengah, menengah bawah, dan bawah. Sehingga ruang kotanya hidup dan saling mengisi," pungkas Bernardus.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore