Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Agustus 2024 | 18.26 WIB

Mengukur Kans Anies Baswedan Jadi Calon Gubernur Jakarta Lewat PDIP Jelang Restu Megawati

Anies Baswedan (kiri) didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Ady Widjaja (kanan) usai menggelar pertemuan di kantor DPD PDI Perjuangan, Cakung, Jakarta, Sabtu (24/8/2024). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Anies Baswedan (kiri) didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Ady Widjaja (kanan) usai menggelar pertemuan di kantor DPD PDI Perjuangan, Cakung, Jakarta, Sabtu (24/8/2024). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kans Anies Baswedan untuk maju dalam pilkada Jakarta kian menguat. Anies terus bergerilya mencari dukungan. Selain tengah menjalin hubungan dengan PDIP, Anies mendapat dukungan dari Partai Buruh.

Kemarin dukungan secara resmi disampaikan Partai Buruh kepada Anies. Dalam Pileg DPRD Jakarta, Partai Buruh memperoleh suara 1,15 persen. Untuk maju, Anies harus mengantongi minimal 7,5 persen.

Seusai penyerahan dukungan, Anies mengapresiasi perjuangan Partai Buruh yang berhasil mengubah ambang batas melalui gugatan ke MK. Momentum itu sekaligus memberikan ruang baginya untuk kembali maju di pilkada Jakarta. ”Terima kasih Partai Buruh telah memberikan kepercayaan untuk kami meneruskan bekerja di Jakarta,” kata Anies.

Dia mengakui dukungan Partai Buruh saja belum cukup. Masih dibutuhkan dukungan dari partai lain. Terkait PDIP, Anies mengaku masih mengikuti prosesnya. ”Menunggu arahan dari Ketum (Megawati),” ujarnya.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal menambahkan, pihaknya tidak akan mengusulkan nama wakil. Dia menyadari perolehan suara partainya tidak mencukupi. Namun, dia menduga ada peluang Anies melaju bersama PDIP. ”Pak Anies dan pasangannya tentu PDIP yang menentukan. Kami kan partai kecil, tapi cabai rawit lah,” kata Said di kantor KPU.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah menyatakan bahwa dirinya memang langsung bertemu Anies seusai putusan MK pada 20 Agustus lalu. Dalam pertemuan itu, Basarah berdiskusi banyak hal dengan Anies. Di antaranya, diskusi tentang ajaran-ajaran dan pemikiran-pemikiran Bung Karno.

Apakah pembicaraan dengan Anies menemukan kesepakatan politik? Basarah menjelaskan, pihaknya masih punya waktu sampai 29 Agustus atau batas akhir pendaftaran pilkada untuk terus berproses. Setelah itu, Ketum PDIP Megawati Sukarnoputri memutuskan siapa cagub dan cawagub Jakarta yang diusung partai berlambang banteng tersebut.

Mengenai keharusan Anies menjadi kader PDIP, Basarah menyebut hal itu bukan ukuran dalam menentukan calon. Sebab, tidak sedikit kader PDIP yang berkhianat. ”Intinya itu pada komitmen yang tulus, yang sungguh-sungguh untuk membangun kerja sama politik dengan PDIP yang menyatu,” ujarnya. Kerja sama itu terutama menyangkut prinsip-prinsip ideologi dan platform perjuangan.

Meski begitu, Basarah menegaskan bahwa pihaknya terus melihat dinamika politik sebelum mengeluarkan keputusan. Meski, dia mengakui PDIP dan Anies dipertemukan oleh satu persamaan nasib. ”Kami sama-sama punya persamaan kehendak untuk menjadi antitesis dari upaya politik (oligarki),” tegasnya.

Secara terpisah, Ridwan Kamil (RK) menyatakan siap bertarung dengan mantan gubernur Jakarta itu. Bacagub dari Koalisi Indonesia Maju tersebut mengatakan, masuknya nama Anies menjadi kabar baik. Semakin banyak calon, bagi dia, akan semakin bagus untuk warga Jakarta. ”Kalau bisa 5 sekalian, kalau bisa lebih banyak. Nggak ada masalah,” ujarnya. (far/tyo/c7/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore