Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juli 2024 | 04.21 WIB

Banggar DPR Setujui Defisit APBN 2024 Bengkak jadi 2,7 Persen dari PDB Rp 609,7 Triliun

Ketua DKN Garda Bangsa, Cucun Ahmad Syamsurijal

 
 
JawaPos.com - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyetujui defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 menjadi 2,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai Rp 609,7 triliun. Jumlah itu tercatat membengkan dari target awal Rp 522,8 triliun atau setara 2,29 persen PDB.
 
"Apakah laporan realisasi semester I dan prognosis semester II APBN 2024 dapat disetujui dan menjadi kesimpulan rapat kerja Banggar dengan pemerintah dan Bank Indonesia?" kata Wakil Ketua Banggar Cucun Ahmad Syamsurijal, pada Selasa (9/7).
 
"Setuju," jawab anggota rapat.
 
Sebelum disetujui, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat membeberkan perihal APBN yang sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global yang masih lemah. Menurutnya, saat ini dunia masih dipengaruhi oleh tensi geopolitik dan tren suku bunga global yang tinggi seiring dengan kebijakan higher for longer.
 
Meski begitu, Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga saat ini masih terjaga baik. Mulai dari inflasi yang terjaga rendah hingga nilai tukar rupiah yang mengalami deviasi pada level Rp 15.901 per dolar Amerika Serikat (AS) secara rata-rata pada semester I-2024.
 
Tak hanya itu, tingkat imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun juga mengalami tekanan, yang tercatat pada level 6,85 persen secara rata-rata pada semester I-2024.
 
Secara rinci, pendapatan negara masih sesuai dengan target awal sebesar Rp 2.802,5 triliun. Namun belanja negara membengkak 2,6 persen dari target Rp 3.325,1 triliun menjadi Rp 3.412,2 triliun.
 
Menkeu membeberkan naiknya belanja negara disebabkan adanya beberapa belanja tambahan di semester II-2024.
 
“Misalnya, tambahan belanja bantuan sosial atau bansos beras, daging ayam dan telur yang diperpanjang selama tiga bulan ke depan, yakni Agustus, Oktober, dan Desember senilai Rp 11 triliun,” jelasnya.
 
Selain itu, penambahan alokasi anggaran untuk subsidi pupuk juga disetujui sebesar Rp 24 triliun, serta realisasi pinjaman luar negeri yang meningkat. Guna menutupi pembengkakan itu, Menkeu menyampaikan akan menggunakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp 100 triliun.
 
Menurutnya, penambahan penggunaan SAL tersebut merupakan langkah strategis pemerintah menjaga penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tetap rendah. Meski defisit melebar ke level 2,7 persen dari PDB. Hal itupun telah disetujui Banggar DPR RI.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore