
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat pidato dalam Perayaan HUT ke-11 Partai NasDem di Jakarta, Jumat (11/11/2022). HUT ke-11 mengangkat tema
JawaPos.com - Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju kembali muncul pada penghujung 2022. Hal ini setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sinyal akan adanya perombakan jajaran menteri pada era pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Pengamat Politik Citra Institute, Yusak Farchan mendukung agar Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas pemerintah, agar bisa lebih terkonsolidasi dalam menyelesaikan program pemerintah.
Dia tak memungkiri, sejak Partai NasDem mendeklarasikan Anies Baswesan sebagai kandidat calon presiden (Capres), hubungan antara partai politik pendukung pemerintah dinilai kurang harmonis.
“Sejak NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden, hubungan di antara parpol pendukung pemerintah kan memang terlihat kurang harmonis. Hal ini dipicu oleh sikap politik NasDem yang memilih mengusung Anies Baswedan yang dianggap berseberangan dengan Presiden Joko Widodo," kata Yusak kepada wartawan, Rabu (28/12).
Menurut Yusak, meski reshuffle kabinet harus didasarkan pada evaluasi kinerja. Namun, Presiden Jokowi memiliki hak prerogatif untuk mengganti para menterinya, jika dianggap tidak sejalan lagi.
“NasDem sebaiknya memang harus keluar kabinet agar koalisi perubahan yang digaungkan oleh NasDem, PKS dan Demokrat dalam mengusung Anies menjadi lebih jelas warna politiknya. Agak aneh kalau NasDem mendeclare Anies sebagai Capres perubahan, kalau NasDem masih menjadi bagian dari pemerintahan sekarang," ucap Yusak.
Dia mengutarakan, jika partai besutan dari Surya Paloh itu keluar. Maka Jokowi membutuhkan dukungan pengganti di dalam kabinetnya.
“Tiga pos menteri NasDem bisa dibagi untuk parpol pendukung Jokowi lainnya. Salah satunya bisa diberikan kepada Perindo untuk mengakomodasi parpol non parlemen. Saya kira ada beberapa kader Perindo yang layak masuk kabinet seperti Pak Mahyudin dan Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi. Pak Mahyudin dengan jam terbang politiknya yang tinggi dan pengalamannya di birokrasi serta pemerintahan saya kira layak kalau jadi menteri," papar Yusak.
Sejak awal Kabinet Indonesia Maju dibentuk, kata Yusak, sangat kental dengan nuansa partai politik. Karena, kader parpol lebih dominan daripada unsur profesional.
“Sah-sah saja kalau kemudian jatah menteri hasil reshuffle diberikan kepada kader parpol," pungkas Yusak.
Sebelumnya, Presiden Jokowi memberikan sinyal untuk kembali merombak jajaran menteri pada kabinet Indonesia Maju. Pernyataan ini disampaikan Jokowi usai meresmikan Bendungan Sukamahi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/12). "Mungkin (akan melakukan reshuffle)," ucap Jokowi.
Kepala negara memastikan akan memberikan informasi terkait reshuffle kabinet Indonesia Maju ke masyarakat. "Ya nanti," pungkas Jokowi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
