Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Januari 2024 | 15.08 WIB

Agar Pemerintah Tidak Dituduh Menjegal, Alasan Mahfud MD Tolak Tawaran jadi Cawapres Anies Baswedan

Denny Sumargo mengundang Mahfud MD untuk berbicara terkait kasus pengungsi Rohingya - Image

Denny Sumargo mengundang Mahfud MD untuk berbicara terkait kasus pengungsi Rohingya

Jawapos.com - Maju sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) bersama Ganjar Pranowo, tak menutup fakta bahwa Mahfud MD pernah mendapat tawaran menjadi pasangan Anies Baswedan. 

Hal itu disampaikan pria berusia 66 tahun tersebut dalam podcastnya bersama Denny Sumargo pada Senin (8/1/2024) kemarin.

Melalui podcast tersebut, Mahfud MD mengaku lebih dahulu mendapat tawaran dari koalisi Anies Baswedan, ketimbang Ganjar.

Dalam video yang sudah ditonton sebanyak lebih dari dua juta kali tersebut, Menkopolhukam RI itu mengatakan, jika ia mendapat tawaran dari koalisi Anies pada pertengahan Ramadhan. Lebih tepatnya pada 6 April 2023 lalu.

Sementara tawaran untuk menjadi Cawapres Ganjar Pranowo diterimanya pada 17 Oktober 2023 yang disampaikan oleh langsung oleh Ketua Partai PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri.

Lebih lanjut, Menkopolhukam RI itu pun menjelaskan alasannya tak menerima koalisi Anies yang lebih dahulu memberinya tawaran.

Cawapres nomor urut tiga itu mengatakan, penolakan tersebut dilakukannya untuk menghindari tuduhan bahwa pemerintah menyusup ke koalisi Anies untuk mencegah pencalonan terjadi.

Sebab, dalam koalisi yang terlebih dahulu memberinya tawaran tersebut, terdapat ambisi masing-masing partai dalam mengajukan calonnya untuk menjabat sebagai Capres dan Cawapres RI.

“Pada waktu itu koalisinya Pak Anies itu Surya Paloh ya, Partai Nasdem, kemudian partai Demokratnya Pak SBY, Partai PKS. Ini rebutan cari calon presiden. Nah partai nasdem itu sudah mengatakan kalau wakil presidennya bukan AHY, Nasdem akan keluar dari koalisi,” ucapnya.

Lebih lanjut, pasangan Ganjar tersebut mengatakan, jika salah satu dari partai tersebut keluar, maka pencalonan Anies pun tidak dapat direalisasikan. 

Dan jika Partai Nasdem benar keluar dari koalisi tersebut, maka jumlah kursi DPR RI yang dimiliki koalisi tersebut hanya berkisar pada 13 persen saja.

Sementara perlu diketahui sebelumnya, syarat untuk mendaftarkan calon presiden adalah memiliki sedikitnya 20 persen kursi di DPR RI.

Hal tersebutlah yang menjadi alasan Mahfud MD urung menerima tawaran PKS untuk menjadi pasangan cawapres Anies. Ia meminimalisir potensi terjadinya tuduhan mengenai pemerintah yang ingin menghancurkan Anies agar tak maju.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore