
Anas Urbaningrum berpidato saat menghadiri Halal bihalal dan Silaturahmi Nasional III Jaringan Internasional (JARI) Di Jakarta, Minggu (21/5/2023). Anas Urbaningrum menyampaikan pidato didepan umum pertamanya setelah bebas dari tahanan terkait kasus korup
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum menyoroti kesejahteraan para driver ojek online (ojol). Karena, berdasar Data Asosiasi Ojek Online Garda, jumlah driver ojol di Indonesia mencapai sekitar 4 juta orang, profesi ini lebih besar dari nelayan.
Diketahui, dalam 10 tahun terakhir, data itu juga menyebutkan, Di Asia Pasifik, termasuk Indonesia adalah pasar bagi 70 persen angkutan online di seluruh dunia. Apalagi, lebih dari 20 juta masyarakat adalah pengguna angkutan online.
"Namun di balik tren pekerjaan ojol ini terdapat keprihatinan. Karena posisi tawar driver yang semakin lemah terhadap aplikator yang tercermin dari semakin kecilnya pembagian hasil antara driver dan aplikator," ujar Anas dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Senin (8/1).
Dijelaskan Anas, berdasarkan riset PKN, hampir 30 persen hasil kembali ke aplikator, sementara driver hanya memperoleh 70 persen dari hasil kerja bersama, padahal dulu di awal-awal porsi driver mencapai 90 persen dari total hasil yang diperoleh.
"Ini kan tidak fair, karena aplikator hanya menyediakan sistem, sementara tenaga, alat kerja (motor/mobil), dan bensin adalah tanggung jawab driver," tegasnya.
Menurutnya, dengan posisi di atas, kata Anas, yang lebih masuk akal adalah seorang driver harus dipandang sebagai mitra penuh oleh aplikator, bukan karyawan yang terus dikurangi porsi pembagiannya.
"Berbagai tinjauan memang menyebutkan di era IT ini telah terjadi model kapitalisme yang lebih ganas dalam mengakumulasi kapital di banding era-era industrial sebelumnya," katanya.
Dijelaskan, mantan Ketua Umum PB HMI itu, posisi orang-orang terkaya di dunia didominasi oleh konglomerat IT yang sanggup mengakumulasi jauh lebih cepat dan lebih besar di banding para pendahulunya.
“Ada jargon, ilmu pengetahuan dan teknologi adalah kunci, itu benar. Tetapi kita harus melihatnya lebih proporsional demi menegakkan keadilan,” katanya.
“Sebab yang berkeringat di jalan adalah driver, yang berisiko jika kendaraannya kecelakaan ya driver, yang harus membeli bensin setiap hari ya driver sendiri. Driver memilih menjadi ojol karena tidak ada pilihan yang lebih baik, rasanya tidak adil menghisap keringat mereka lebih banyak lagi,” ujarnya.
Ditanya tentang program nyata PKN bagi ojol, Anas menegaskan jika PKN menang, partai ini akan memperjuangkan driver ojol mendapatkan kembali kesejahteraannya.
Sebab, 90 persen penghasilan merupakan hak driver yang memiliki semuanya, kecuali sistem.
"10 persen itu sudah cukup besar bagi aplikator, itu namanya keadilan," pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
